Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus dugaan keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Klaten ramai diperbincangkan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten sudah turun tangan menyelidiki dugaan keracunan ini.
Mereka mengamankan sampel makanan yang disantap para siswa.
“Jadi Dinas Kesehatan sudah punya protap (prosedur tetap), kami selalu bekerja seperti itu. Kita ambil sampel dan ada tiga sampel yang kita kumpulkan berdasarkan analisis situasi dan surveilans,” ujarnya.
Tiga sampel makanan yang diambil terdiri dari telur puyuh, galantin, dan sop timlo.
Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta.
Anggit menjelaskan hasil pemeriksaan memerlukan waktu.
“Lima sampai tujuh hari untuk mengetahui hasilnya,” jelasnya.
Sebelumnya, insiden dugaan keracunan terjadi usai menyantap makanan MBG di SMPN 1 Tulung pada Selasa (28/4/2026).
Baca juga: MBG di Boyolali Tak Andalkan Susu Lokal Meski Produksi Cukup? Ternyata Ada Krisis Hilirisasi
Baca juga: Dugaan Keracunan Menu MBG SMPN 1 Tulung Klaten, 225 Siswa Terdampak, Menu Awalnya Layak Konsumsi
Baca juga: Susu Lokal di Boyolali Melimpah, Tapi Masih Tak Terserap untuk MBG? Ini Penyebabnya
Para siswa dan guru diketahui mengalami gejala dugaan keracunan setelah pulang dari sekolah.
Penyedia makanan MBG yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Veda Sorogaten.
Pengecekan dapur SPPG sendiri sudah dilakukan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, serta jajaran Dinkes yang melakukan pemeriksaan pada Rabu (29/4/2026). (*)