- Kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan.
Insiden tersebut berlangsung di Kabupaten Nduga pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 09.55 WIT.
Baku tembak terjadi antara tim ambush TK Setmid Satgas Yonif 623/BWU dengan kelompok OPM Kodap III Ndugama.
Situasi memanas saat aparat mendeteksi keberadaan sekitar 15 anggota kelompok bersenjata di lokasi kejadian.
Tim Satgas kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan tembakan balasan.
Dalam kontak tersebut, dilaporkan dua anggota OPM tewas di tempat.
Namun, insiden ini juga menelan korban dari pihak TNI.
Satu personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 623/BWU, yakni Pratu Aprianus, gugur setelah terkena tembakan di bagian leher.
Saat itu, ia bertugas sebagai Satgas Tabakpan 6 Timpur TK Setmid dan merupakan prajurit dari satuan asal Morse Kiban Yonif 611/Awang Long.
Korban segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Timika.
Meski telah mendapatkan penanganan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan gugur dalam tugas.
Atas pengorbanannya, Pratu Aprianus dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Praka (Anumerta).
Sosoknya dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan.
Saat ini, aparat TNI masih melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan dari kelompok bersenjata.
Rencananya, jenazah Praka (Anumerta) Aprianus akan diterbangkan dari Papua menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Sintang melalui jalur darat untuk dimakamkan secara militer.(*)