TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahlis Gallang dipastikan akan dilantik sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) pada 4 Mei 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekprov Sulut, Denny Mangala, Kamis (30/4/2026).
Denny mengungkapkan, pelantikan akan dilaksanakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan saat ini seluruh persiapan terus dimatangkan.
“Pelantikan Sekprov Sulut sudah dijadwalkan pada 4 Mei 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur. Saat ini kami sementara mempersiapkan seluruh kebutuhan acara agar berjalan lancar,” ujar Denny Mangala.
Ia juga menegaskan, penetapan Tahlis Gallang sebagai Sekprov Sulut telah melalui seluruh tahapan administrasi dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
“Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri sudah ada. Jadi secara administrasi sudah final, tinggal menunggu proses pelantikan,” tambahnya.
Diketahui, Tahlis merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan V tahun 1997.
Ia dikenal sebagai birokrat yang tumbuh dari bawah dan meniti karier secara bertahap.
Berasal dari Bolaang Mongondow Raya (BMR), Tahlis memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan daerah.
Ia tercatat pernah tiga kali menjabat sebagai Sekretaris Daerah di wilayah BMR, pengalaman yang memperkuat kapasitasnya dalam tata kelola pemerintahan
Kariernya kemudian berlanjut di tingkat provinsi, di antaranya sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara serta Pelaksana Tugas Asisten II Setdaprov Sulut.
Dalam berbagai momentum penting, ia juga kerap dipercaya mengisi posisi strategis sebagai Pelaksana Harian hingga Penjabat Sekprov Sulut, menjadikannya figur kunci dalam menjaga stabilitas birokrasi, khususnya di masa transisi kepemimpinan.
Tak hanya itu, Tahlis juga pernah menjabat sebagai Penjabat Sementara Bupati Bolaang Mongondow Selatan, menegaskan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas kepemimpinannya.
Kini, penetapan sebagai Sekprov Sulut menjadi puncak dari perjalanan panjang tersebut.
Bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya, capaian ini menjadi simbol bahwa putra daerah mampu menembus posisi tertinggi dalam struktur birokrasi provinsi.
Meski demikian, jabatan Sekprov bukanlah akhir perjalanan.
Tanggung jawab besar telah menanti, mulai dari mengawal jalannya pemerintahan daerah, memastikan koordinasi antar perangkat daerah berjalan efektif, hingga menjaga kesinambungan pembangunan di Sulawesi Utara.
(TribunManado.co.id/Ren)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK