PSIM Yogyakarta Tujuh Laga Tanpa Menang Usai Dikalahkan Persita, Van Gastel Angkat Bicara
Yoseph Hary W April 30, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kekalahan 0-1 dari Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (30/4/2026), kembali menyisakan kekecewaan bagi PSIM Yogyakarta.

Hasil ini bukan hanya memperpanjang puasa kemenangan menjadi tujuh laga, tetapi juga menegaskan persoalan klasik yang belum terpecahkan sepanjang musim.

Efektivitas lawan

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menyoroti awal laga sebagai momen krusial yang menentukan jalannya pertandingan. Ia menyebut timnya langsung dihukum oleh efektivitas lawan.

“Kita bisa lihat di menit-menit pertama, peluang pertama dari Persita, mereka bisa mencetak gol. Setelah itu mereka bermain low block yang sangat sulit ditembus,” ujar Van Gastel.

Gol cepat Aleksa Andrejic pada menit ke-6 memang membuat PSIM berada dalam posisi tertinggal sejak awal. 

Setelah unggul, Persita memilih bertahan dalam dan mengandalkan disiplin lini belakang, situasi yang diakui Van Gastel menyulitkan timnya.

Meski demikian, ia menilai anak asuhnya tetap mampu menciptakan peluang. Hanya saja, efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi masalah utama.

“Kami sebenarnya menciptakan beberapa peluang. Tapi seperti yang terjadi sepanjang musim ini, kami butuh sangat banyak peluang hanya untuk mencetak satu gol,” katanya.

PSIM sempat mendapat momentum ketika kiper Cahya Supriadi menggagalkan penalti Pablo Ganet di babak kedua. 

Penyelamatan itu menjaga asa tuan rumah untuk bangkit, meski pada akhirnya gagal dimaksimalkan.

“Setelah penalti itu, kami masih bisa terus berjuang. Tapi ini tetap hasil yang mengecewakan,” tegas Van Gastel.

Masalah berulang

Lebih jauh, pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa situasi yang dialami PSIM saat ini bukan hal baru. Ia bahkan menyebut pola yang sama terus berulang di setiap pertandingan.

“Anda bisa menanyakan pertanyaan yang sama di setiap laga, karena kenyataannya memang seperti ini. Kami sudah memberikan segalanya di paruh pertama musim, tapi tetap kesulitan,” ujarnya.

Van Gastel juga memberi sinyal bahwa timnya mungkin sudah mencapai batas perkembangan dalam kondisi saat ini, sebuah evaluasi jujur di tengah tekanan hasil.

“Pada titik tertentu, kami mencapai batas maksimal dari perkembangan kami,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, PSIM masih tertahan di peringkat 11 klasemen sementara dengan 39 poin dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.