- Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan penggunaan senjata hipersonik dalam operasi militer terhadap Iran.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada Rabu (29/4/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengajukan permintaan untuk mengerahkan rudal hipersonik jenis Dark Eagle. Langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan strategi Iran yang memindahkan sistem peluncur militernya hingga berada di luar jangkauan rudal Precision Strike Missile (PrSM) milik AS yang memiliki daya jangkau sekitar 480 kilometer.
Meski permintaan telah diajukan, laporan tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final dari pihak otoritas Amerika Serikat terkait pengerahan rudal tersebut. Jika disetujui, ini akan menjadi momen pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan senjata hipersonik dalam sebuah operasi militer nyata.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat menyusul serangan bersama AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada Februari 2026 yang menimbulkan korban jiwa di kalangan sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, yang hingga kini terus memicu eskalasi konflik di kawasan tersebut.