Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Salah satu orang tua korban dugaan keracunan makanan di Kecamatan Amanuban Selatan, Huasti Neonsae (39) Warga Desa Polo, mengaku anaknya telah mengeluh sakit sejak pulang sekolah pada Rabu (29/4/2026).
Anaknya yang adalah seorang siswi kelas XI SMA Negeri Amanuban Selatan berinisial MN (18) yang juga tengah menjalani perawatan di posko darurat.
"Anak mengeluh perut sakit sejak pulang sekolah kemarin. Dia bilang mereka makan siang jam 14.00 wita, jadi saya pikir masuk angin biasa. Tetapi sampai sore tadi tidak membaik, malahan saya lihat semakin lemas, sehingga kami ke Puskesmas," jelasnya, Kamis (30/4/2026).
Ia mengaku anaknya juga sempat ke sekolah hari ini (30/4/2026) dan kembali dengan keadaan semakin lemas, sehingga ia membawa anaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Siswa di Amanuban Selatan TTS Diduga Keracunan Makanan
Huasti menjelaskan gejala yang dialami anaknya yaitu sakit perut, diare dan pusing hingga lemas.
Saat ini MN mendapatkan perawatan di tenda darurat penanganan korban keracunan di UPT Puskesmas Panite.
Sebanyak kurang lebih 40-an siswa yang dilarikan ke Puskesmas Panite, sekitar pukul 10.09 wita, untuk mendapatkan pertolongan.
Para pasien dilaporkan mengalami mual-mual, muntah, diare dan pusing.
Siswa-siswi tersebut berasal dari SD GMIT Panite I dan SMA Negeri 1 Panite. Tak hanya siswa-siswi ada juga beberapa guru dari SMA Negeri Amanuban Selatan. (any)