TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga kopra di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini, harga komoditas turunan kelapa tersebut berada di kisaran Rp 16.000 ribu per kilogram, jauh di bawah harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka lebih tinggi yaitu Rp 17.100 ribu per kilogram.
Penurunan harga ini memicu kepanikan di kalangan petani kelapa di Manado.
Banyak petani mengaku kesulitan menutup biaya produksi akibat anjloknya harga jual kopra.
“Kalau harga seperti ini, kami sudah tidak dapat untung. Bahkan untuk biaya tenaga kerja saja sudah susah,” ujar Repsi salah satu petani kelapa di sekitar Manado, Kamis (30/4/2026) saat dihubungi TribunManado.co.id.
Kata Repsi harga tersebut diperkirakan akan semakin turun dan akan berdampak kepada petani.
“Turunnya harga kopra juga diduga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan serta fluktuasi permintaan industri. Kondisi ini membuat posisi tawar petani semakin lemah di tingkat pengepul,” tuturnya.
Menurutnya, petani berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga.
Di antaranya melalui kebijakan penyangga harga atau membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kopra lokal.
“Karena takutnya semakin turun sehingga harganya terus merosot,” tuturnya.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa penurunan harga sudah terjadi secara bertahap sejak beberapa bulan terakhir.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi karena petani enggan melakukan pengolahan kopra.
“Cuma memang harga pasar saat ini seperti Itu jadi kita tidak bisa buat apa-apa,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Ferdi Guhuhuku)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK