SETELAH VIRAL Bocah 11 Tahun Makan Rumput di Bandung Barat Kini Dapat Bansos, Pemkab Alasan Data
Tommy Simatupang April 30, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Muhammad Rizky (11) bocah di Bandung Barat makan rumput membuat pemerintah turun memberikan bantuan. 

Bocah disabilitas ini tidak perah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. 

Seperti biasa, pemerintah selalu beralasan masalah data dan data. 

Alasan yang klasik di era AI ini. 

Dinas Sosial (Dinsos) Bandung Barat mengakui, status desil yang tidak tepat membuat Kiki, sapaan akrab Rizki, tidak masuk dalam prioritas penerima bantuan, meski hidup dalam kondisi serba terbatas.

Kepala Dinsos Bandung Barat Idad Saadudin mengatakan, pihaknya tengah memperbaiki data kependudukan Kiki dengan memisahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Kartu Keluarga (KK) ibunya dan memindahkannya ke KK ayah.

“NIK-nya akan kami ubah sesuai peruntukannya. Kemarin masih ikut NIK ibunya, sekarang harus dipisah dan ikut ke KK ayahnya untuk penyesuaian desil,” kata Idad, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Sopir Ekspedisi asal Jakarta Diduga Jadi Korban Perampokan di Medan, Disekap hingga Truk Disandera

Baca juga: Dari Jakarta, Sopir Ekspedisi Diduga Jadi Korban Perampokan di Medan: Disekap Hingga Truk Disandera

Idad mengatakan, sebelumnya Kiki tercatat dalam desil 6, yakni kelompok masyarakat yang relatif tidak masuk prioritas bantuan sosial.

Setelah perbaikan data, Dinsos akan mengusulkan agar statusnya turun ke desil 1 hingga 5.

“Nah kami akan usulkan itu, agar masuk ke desil 1 sampai 5,” ucap Idad.

Perbaikan data ini menjadi krusial, mengingat selama ini keluarga Kiki mengaku belum pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), meski faktanya, mereka masuk kategori rentan.

Di sisi lain, Dinsos juga menyiapkan intervensi lanjutan berupa rehabilitasi. Kiki direncanakan akan dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial Wiyataguna untuk mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhannya.

 “Untuk pembinaan kami rekomendasikan ke Wiyataguna untuk rehabilitasi tuna wicara dan intelektual yang lemah,” ujar Idad.

Kondisi Kiki diharapkan tidak berkembang menjadi lebih kompleks dan dapat segera tertangani melalui intervensi yang tepat.

“Mudah-mudahan hanya dua itu (tunawicara dan mental) tidak bertambah lagi,” ucap Idad.

Dinsos turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi, terutama dalam hal pengantaran dan pendampingan.

“Mudah-mudahan keluarganya juga bisa memback up dalam hal pengantaran dan pendampingan selama proses rehabilitasi,” tutur Idad.

 Sebelumnya, video Kiki yang memakan rumput viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Di balik video tersebut, terungkap bahwa Kiki hidup bersama ayahnya dalam kondisi ekonomi terbatas.

Sementara itu, ibunya sudah lama bercerai dengan alasan ekonomi.

Ayah Kiki, Asep Setiawan (49) menyebut kebiasaan anaknya memakan daun dipengaruhi oleh keterbatasan mental serta kondisi ekonomi keluarga.

“Memang ada dua faktor. Pertama karena keterbatasan mentalnya. Kedua karena faktor ekonomi,” kata Asep.

Baca juga: Suami Bunuh Istri, Jasad Disembunyikan dalam Kotak Kayu Dilapis Semen untuk Hilangkan Bukti

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.