TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Masyarakat Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kini boleh bernapas lega terkait akses layanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan memastikan bakal segera mengoperasikan laboratorium kesehatan (Labkes) sendiri dalam waktu dekat.
Hadirnya fasilitas ini menjadi angin segar karena warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan hasil pemeriksaan medis yang akurat dan lengkap.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terintegrasi bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, Riana Yoseferta, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan segala persiapan operasional.
"Bangunan fisik sudah selesai 100 persen. Sekarang fokus kami adalah pada pemenuhan izin operasional serta melengkapi berbagai peralatan medis pendukung," ujar Riana dilansir Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Ditanya Tetangga Apa Tak Takut Bom di Timur Tengah, Jemaah Haji Pariaman Ini Beri Jawaban Tenang
Meski gedung sudah berdiri kokoh, operasional belum bisa dilakukan seketika karena masih menunggu proses pengadaan sarana dan prasarana.
Menurut Riana, proses pengadaan peralatan ini sedang berjalan dan diupayakan selesai secepat mungkin agar bisa segera digunakan masyarakat.
Selain alat, aspek legalitas berupa izin operasional juga menjadi prioritas utama Dinas Kesehatan untuk dikebut penyelesaiannya.
Targetnya, laboratorium ini sudah bisa melayani pasien secara resmi pada tahun 2026 ini tanpa kendala administratif.
Baca juga: Lolos dari Hukuman Mati, Ari Asman Pemilik Sabu 47 Kg di Padang Divonis Penjara Seumur Hidup
Laboratorium yang diberi nama resmi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) ini nantinya akan menawarkan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan.
Salah satu layanan unggulannya adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check up(MCU) bagi masyarakat umum.
Masyarakat bisa datang langsung untuk melakukan cek kesehatan secara mandiri tanpa harus menunggu rujukan, atau bisa juga melalui rekomendasi dokter.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga Solok Selatan akan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit kronis.
Baca juga: Keteguhan Ramli Penjual Baju asal Bukittinggi Naik Haji 2026, 48 Tahun Sisihkan Uang Demi ke Mekkah
Agar layanan ini bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, dr. Riana menyebut akan ada kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan.
"Ke depan, kami berencana menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga aksesnya makin terjangkau bagi warga," tambahnya.
Tak hanya soal pelayanan, Pemkab juga tengah menyusun regulasi mengenai tarif layanan yang akan diberlakukan di Labkesmas tersebut.
Regulasi tarif ini penting agar laboratorium memiliki dasar hukum yang jelas dalam operasionalnya sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Ganja di Payakumbuh, Petugas Temukan 1 Kg Ganja di Bengkel dan Lemari
Keistimewaan Labkesmas Solok Selatan ini tidak hanya terbatas pada pemeriksaan klinis manusia saja.
Rencananya, fasilitas ini juga akan difungsikan sebagai tempat pengujian sampel lingkungan, seperti uji kelayakan air dan keamanan makanan.
Hal ini sangat vital untuk memastikan apa yang dikonsumsi masyarakat Solok Selatan bebas dari zat berbahaya dan bakteri yang merugikan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan aspek preventif (pencegahan) dan promotif kesehatan di Bumi Sarantau Sasurambi.
Baca juga: Pemkab Dharmasraya Targetkan PBB Rp 3,55 Miliar, Bupati Annisa Mulai Bagikan SPPT 2026
Gedung megah yang berlokasi di Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit.
Pembangunan fisiknya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan dengan nilai kontrak mencapai Rp14 miliar.
Sementara itu, untuk mengisi laboratorium tersebut dengan teknologi medis terkini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp700 juta.
Dengan adanya Labkesmas ini, Solok Selatan kini bergabung dengan 11 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat yang telah memiliki fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat. (*)