TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus menyuarakan komitmennya terhadap pelucutan senjata nuklir saat hadir dalam pertemuan Review Conference Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT Revcon), di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat yang berlangsung 27 April - 22 Mei 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum tersebut akan melibatkan perwakilan dari berbagai misi diplomatik utama.
“Terkait NPT, untuk NPT Revcon 5 tahun kita ini delegasi RI akan dipimpin oleh Wakil Tetap RI kita yang ada di New York dan juga wakil ketuanya oleh Wakil Tetap kita yang ada di Jenewa,” kata Yvonne dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Dalam forum itu, delegasi yang diutus akan menekankan pentingnya langkah konkret dalam mengurangi ancaman senjata nuklir, termasuk mendorong kepatuhan negara-negara pemilik persenjataan tersebut untuk mematuhi kewajiban internasional.
“Terkait isu yang akan kita angkat tentunya kita akan terus menyerukan pentingnya untuk mengatasi ancaman senjata nuklir yang semakin nyata bagi dunia dan Indonesia juga akan terus menyampaikan bahwa negara harus, bahwa NPT tetap relevan dan NPT tidak tergantikan," tegasnya.
Indonesia kata Yvonne, akan memainkan peran strategis sebagai koordinator Gerakan Non-Blok (GNB) dalam isu pelucutan senjata nuklir dengan menjadikannya sebagai agenda global.
Lewat peran ini RI berupaya memperkuat tekanan internasional agar negara-negara pemilik senjata nuklir memenuhi komitmennya dalam membebaskan dunia dari ancaman persenjataan pemusnah massal tersebut.
“Yang penting di sini juga sebagai perannya Indonesia sebagai koordinator GNB untuk Pokja pelucutan senjata, kita mempunyai peran yang krusial juga untuk terus menyuarakan dorongan 121 negara anggota untuk mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir," pungkas dia.