POS-KUPANG.COM -Realisasi Penyaluran KUR Perumahan 2026 melaju kencang.
Sebuah pencapaian yang luar biasa. Itu Kata Menteri PKP, Maruarar Sirait.
Pujian itu Wajar mengingat baru empat bulan pertama, Realisasi Penyaluran KUR Perumahan 2026 tembus Rp 14 Triliun.
“Tadi Pak Ara (sapaan akrab Maruarar) menyampaikan tentang progres KUR perumahan. Hari ini sudah sangat tinggi, sudah Rp 14 triliun, ya, untuk pencapaian sekarang. Ini angka yang luar biasa,” kata Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati di Rajawali Place, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Sri menambahkan, capaian tersebut disampaikan Menteri Ara kepada Ketua Satgas Perumahan/Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dalam rapat yang berlangsung sekitar tiga jam. “Karena tentu KUR perumahan juga adalah arahan dari Pak Hashim,” ujar dia.
Baca juga: Pelaku Ekraf Berpeluang Akses KUR Berbasis KI hingga Rp 500 Juta
Sebelumnya, realisasi kredit usaha rakyat (KUR) perumahan sepanjang 1 Januari hingga 7 Februari 2026 tercatat sekitar Rp 3,547 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 49 persen disalurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menyebut, capaian tersebut menunjukkan kontribusi signifikan BRI dalam penyaluran KUR perumahan pada awal tahun ini. “KUR perumahan Rp 3,547 triliun. Rp 1,774 triliun atau 49 persen -nya BRI,” papar Sri saat pertemuan dengan direksi BRI di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026) lalu.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, perseroan menargetkan penyaluran KUR perumahan sebesar Rp 8 triliun sepanjang 2026.
“Strateginya adalah pertama customerbase kita kan besar. Kemudian, cabang kita kan banyak. Jadi, organisasi BRI itu kan besar, ada kantor pusat, regionaloffice, areaoffice, dan juga ada cabang-cabang,” tutur dia.
Penyaluran Kredit FLPP Capai 19.741 Unit Rumah
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 19.741 unit rumah per 26 Februari 2026.
Capaian tersebut setara 5,64 ?ri target pemerintah tahun ini yang mencapai 350.000 unit rumah.
Baca juga: Menteri Maman Genjot KUR untuk UMKM Pesisir
Dari 43 bank yang bekerja sama dengan BP Tapera Tahun 2026, penyaluran tersebut melibatkan 25 bank penyalur, serta 21 asosiasi pengembang yang tersebar di 339 kabupaten/kota di 33 provinsi seluruh Indonesia.
“Realisasi pada dua bulan pertama ini menjadi indikator awal komitmen dalam mempercepat penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran FLPP tiap bulan terus meningkat. Januari realisasi sebanyak 7.312 unit dan realisasi Februari sebanyak 12.429 unit. Peningkatan realisasi mencapai 69,98 persen ,”papar Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho (Komisioner Heru).
Dari sisi perbankan, Bank BTN menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran 10.759 unit rumah (54,55 % ) dari total realisasi nasional. Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Indonesia sebanyak 3.174 unit (16,07 %), Bank BNI 1.747 unit (8,84 %), Bank BRI 1.367 unit (6,92 %), serta Bank Mandiri 1.351 unit (6,84 %). Sementara itu, dari kalangan Asosiasi Pengembang, REI mencatat penyaluran terbanyak dengan 8.272 unit rumah (41,9 %). Disusul APERSI sebanyak 5.875 unit (29,76 %), HIMPERRA 2.711 unit (13,73 %), ASPRUMNAS 736 unit (3,72 %), serta APERNAS 632 unit (3,2 % ).
Secara geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi, yakni 4.902 unit rumah atau 24,83 ?ri total nasional. Berikutnya Sulawesi Selatan 1.838 unit (9,31 %), Jawa Tengah 1.633 unit (8,27 %), Banten 1.388 unit (7,03 %), dan Sumatera Selatan 1.208 unit (6,11 %). Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan realisasi tertinggi, yakni 1.322 unit rumah (6,69 %). Disusul Kabupaten Bogor 835 unit (4,22 %), Kabupaten Karawang 683 unit (3,45 %), Kabupaten Maros 556 unit (2,81 %), dan Kabupaten Tangerang 542 unit (2,74 %).
Baca juga: Realisasi Penyaluran KUR 2026 hingga April Tembus Rp84,8 Triliun, Sektor Perumahan Rp 14 Triliun
Baca juga: Mengejutkan, Hanya Dalam Dua Bulan, Separuh Kuota KUR Perumahan BRI 2026 Telah Tersalurkan
BP Tapera optimis penyaluran dana FLPP ini akan terus meningkat setiap bulannya. “Kami rutin melakukan monitoring harian kepada Bank Penyalur sesuai dengan kuota masing-masing, gencar melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah Indonesia baik online maupun offline, diskusi kopi darat dengan Asosiasi Pengembang untuk melihat dan mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan sehingga jika ada masalah segera terselesaikan,” terang Komisioner Heru.
Dalam kesempatan sama Komisioner Heru, sangat mengapresiasi semangat bank penyalur dan pengembang dalam membangun rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain dukungan luar biasa dari Bank Penyalur dan Pengembang, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi MBR, khususnya melalui penyaluran KPR subsidi FLPP. “
“Dukungan penuh ekosistem perumahan dan sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan permukiman secara berkelanjutan,” ungkap Komisioner Heru optimis. (*)
i