Ratusan Anak Selesaikan Kemah Karakter, Cetak Generasi Penerus Bangsa
Yoseph Hary W April 30, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Upaya membentuk karakter generasi muda terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Magelang melalui pendekatan yang tak biasa. Selama empat hari, ratusan siswa SMP digembleng dalam Kemah Karakter Kebangsaan 2026 yang resmi ditutup pada Kamis (30/4) di Gedung Jenderal Sudirman, Rindam IV/Diponegoro, Magelang.

Program ini menjadi langkah konkret dalam menangani kenakalan remaja sekaligus membangun kedisiplinan siswa melalui pola pembinaan ala militer yang tetap mengedepankan pendekatan humanis. Penutupan kegiatan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, guru, serta orang tua siswa.

Mengarahkan kekuatan positif anak-anak

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan bahwa perilaku “nakal” pada remaja bukanlah akhir, melainkan potensi yang bisa diarahkan menjadi kekuatan positif. Menurutnya, kunci utamanya adalah pemahaman batasan.

“Nakal itu bisa menjadi modal, asalkan tahu batasnya. Jangan sampai melewati garis hingga masuk ke ranah kriminal. Hal sederhana seperti melipat selimut menjadi pembelajaran penting tentang disiplin,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara orang tua dan guru dalam membimbing siswa yang memiliki energi besar agar tidak salah arah. Perubahan, kata dia, harus dimulai dari pola pikir.

“Rubahlah pikiran yang jelek menjadi baik. Nikmati prosesnya, karena kalian adalah calon pemimpin masa depan Kabupaten Magelang,” tambahnya.

Terapkan dalam kehidupan sehari-hari

Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Afrizal Rakhman, turut menekankan bahwa kedisiplinan tidak berhenti di lokasi pelatihan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di rumah.

Ia mendorong para siswa untuk mulai dari hal sederhana seperti membantu orang tua, serta berani menggali potensi diri di berbagai bidang. “Pilih lingkungan yang baik dan jangan ragu menunjukkan kemampuan kalian,” pesannya.

Sementara itu, Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menyoroti tantangan generasi digital yang rentan terpengaruh arus informasi. Ia menegaskan bahwa karakter kuat harus dibangun sejak dini sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif.

Mengambil contoh Cristiano Ronaldo, Ia menyebut kesuksesan tidak datang instan, melainkan dari kedisiplinan yang ditanam sejak muda. Ia pun menitipkan empat pesan penting: memilih lingkungan yang baik, berani menolak ajakan negatif, mengisi waktu dengan kegiatan positif, serta patuh kepada orang tua dan guru.

Lebih dari sekadar pelatihan fisik, kemah ini menyasar pembentukan mental dan tanggung jawab siswa, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air. Usai kegiatan, para peserta diharapkan kembali ke sekolah dengan semangat baru sebagai agen perubahan.

Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan program ini akan terus dievaluasi dan dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari strategi menyiapkan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berkarakter kuat di masa depan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.