Terapi HIPEC, Inovasi Penanganan Kanker di Rongga Perut
Mursal Ismail May 01, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy atau HIPEC merupakan metode terapi kanker yang efektif untuk kasus penyebaran di rongga perut. 

Namun hanya dapat dilakukan pada pasien dengan kriteria tertentu.

Penentuan kandidat harus melalui evaluasi menyeluruh, termasuk lokasi penyebaran, ukuran tumor, dan kondisi fisik pasien.

Terapi HIPEC menjadi salah satu inovasi dalam penanganan kanker, khususnya bagi pasien dengan penyebaran sel kanker di rongga perut.

Metode ini dinilai efektif karena bekerja langsung pada area terdampak, sehingga mampu menargetkan sel kanker secara lebih spesifik.

Meski menawarkan harapan baru, tidak semua pasien dapat langsung menjalani terapi ini. Terdapat sejumlah pertimbangan medis sebelum seseorang dinyatakan layak menjadi kandidat HIPEC.

Baca juga: Kisah Aldi Taher, Mantan Pasien Kanker, Perjuangan Sembuh dan Kekuatan Alquran

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi, Kartiwa Hadi, menjelaskan bahwa terapi ini diperuntukkan bagi kanker yang penyebarannya berada di rongga perut (peritoneum).

“Konsepnya adalah semua kanker yang penyebarannya ada di rongga perut itu bisa dilakukan HIPEC,” ujarnya dalam seminar medis di Primaya Hospital Kelapa Gading, Selasa (28/4/2026).

HIPEC bekerja secara lokal melalui cairan kemoterapi panas yang dimasukkan langsung ke rongga perut. Karena itu, terapi ini hanya efektif untuk sel kanker di area tersebut dan tidak dapat mengatasi penyebaran di luar rongga perut. Untuk kasus seperti itu, tetap diperlukan kemoterapi sistemik.

Salah satu jenis kanker yang paling sering ditangani dengan HIPEC adalah kanker ovarium. Pola penyebarannya memungkinkan sel kanker menyebar dan menempel di organ-organ dalam rongga perut. Selain itu, kanker saluran cerna yang menyebar ke peritoneum juga dapat menjadi kandidat terapi ini.

Keberhasilan HIPEC sangat dipengaruhi oleh ukuran tumor. Sel kanker dengan ukuran kecil, umumnya di bawah 2,5–3 mm, lebih mudah dihancurkan oleh terapi ini. Oleh karena itu, pasien biasanya menjalani operasi sitoreduksi terlebih dahulu untuk mengurangi ukuran tumor sebelum prosedur HIPEC dilakukan.

Selain itu, usia bukan menjadi penentu utama. Penilaian dilakukan berdasarkan kondisi fisik pasien menggunakan sistem ECOG, yang mengukur tingkat kebugaran dan kemampuan menjalani aktivitas harian.

Baca juga: 6 Buah yang Bisa Bantu Panjang Umur, Turunkan Risiko Penyakit Kronis dari Jantung hingga Kanker

Pasien usia lanjut tetap dapat menjalani HIPEC selama kondisi fisiknya baik. (*)

Sumber: https://health.kompas.com/read/26D30220100168/terapi-hipec-untuk-kanker-siapa-saja-yang-bisa-menjalaninya-

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.