SURYA.CO.ID KEDIRI - Warga Dusun/Desa Deyeng Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri sempat dibuat geger dengan kemunculan seekor anak buaya yang berkeliaran di area permukiman, Kamis (30/4/2026) siang.
Hewan liar tersebut pertama kali diketahui warga berada di sekitar lingkungan RT 002 RW 004, sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan warga sekitar.
Laporan kemudian disampaikan oleh perangkat desa, Didik Prasetyo kepada petugas terkait untuk segera dilakukan penanganan.
Mendapat laporan tersebut, tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 11.10 WIB.
Baca juga: Nasib Buaya Muara yang Ditemukan Warga di Metikan Kota Mojokerto, Masih Berada di Lokasi Ini
Petugas dari bidang Pencegahan Kebakaran kemudian melakukan upaya evakuasi terhadap buaya yang diperkirakan masih berusia muda tersebut.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati menggunakan sarung tangan serta pengamanan pada bagian mulut buaya menggunakan isolasi agar tidak membahayakan petugas maupun warga.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan bahwa evakuasi dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan keselamatan semua pihak.
"Tim bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Proses evakuasi kami lakukan sesuai SOP agar aman, baik bagi petugas maupun lingkungan sekitar," katanya.
Baca juga: Viral Video Buaya di Pantai Watu Leter Malang, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Kaleb menambahkan, keberadaan buaya di permukiman warga diduga berasal dari aliran sungai atau habitat yang tidak jauh dari lokasi
"Biasanya hewan seperti ini bisa terbawa arus atau keluar dari habitatnya. Kami imbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan satwa liar," jelasnya.
Dari hasil evakuasi, buaya yang ditemukan memiliki panjang sekitar satu meter dengan berat kurang lebih satu kilogram.
Tidak ada korban luka maupun kerugian dalam kejadian ini, dan situasi berhasil dikendalikan dengan aman.
Kaleb memastikan, buaya tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut agar tidak kembali membahayakan warga.