...Saya akan berdialog langsung dengan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk memahami kebutuhan mereka
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi masyarakat adat Baduy di Banten untuk mengedukasi tentang Program Keluarga Berencana atau KB.
Dalam rangka peningkatan kualitas generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah terus memperluas cakupan KB, termasuk bagi masyarakat.
"Pendekatan secara adat dalam kegiatan 'Sapa Budaya' untuk mengedukasi masyarakat tentang KB ini terus kami lakukan agar kita lebih mengetahui kebutuhan masyarakat seperti apa," kata Wihaji pada Kamis.
Kemendukbangga/BKKBN juga bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk pelayanan kontrasepsi di berbagai daerah. Program ini diluncurkan secara serentak secara nasional dengan titik awal di Lebak, dalam rangka ulang tahun ke-75 IBI.
Wihaji juga mengecek langsung sekaligus berdialog bersama masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam, sebagai bagian dari komitmen negara untuk memastikan seluruh warga, termasuk komunitas adat, mendapatkan layanan pemerintah.
"Saya akan berdialog langsung dengan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk memahami kebutuhan mereka," ujar dia.
Sebagai langkah komitmen terhadap kesetaraan gender, Kemendukbangga/BKKBN secara rutin juga melaksanakan program KB pria atau vasektomi setiap tahun.
"Pemerintah tetap menjalankan program tersebut setiap tahun. Syaratnya cukup ketat, yakni usia minimal 35 tahun, memiliki minimal dua anak, dan dalam kondisi sehat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan," tuturnya.
Wihaji juga menyempatkan untuk menyaksikan edukasi kepada warga yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga serta para bidan kepada warga Desa Kanekes, Lebak, Banten, menggunakan Bahasa Sunda.
Menurutnya, pendekatan oleh masyarakat lokal, utamanya para bidan yang lebih memahami medan menjadi penting untuk perluasan program KB.





