Kronologi Buruh di Karawang Tewas Akibat Sayatan Benang Layangan di Leher
Hari Susmayanti May 01, 2026 09:03 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KARAWANG - Peristiwa memilukan menimpa seorang warga Desa Mukyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat.

Seorang pria berinisial C (32) meninggal dunia dengan kondisi luka serius di bagian leher.

Korban ditemukan di  Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel dalam kondisi tak sadarkan diri pada Kamis (30/5/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat pertama kali ditemukan, korban dalam kondisi tak sadarkan diri di atas sepeda motor miliknya dengan luka di bagian leher.

Darah segar mengucur dari luka di bagian leher tersebut.

Diduga, luka itu akibat korban terjerat benang layangan saat melintas di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui korban mengalami luka parah di bagian leher sempat membawanya ke rumah sakit.

Namun sayang, tim medis menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat sampai di rumah sakit.

Dikutip dari Kompas.com, Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu sempat dilarikan ke RSUD Karawang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

 "Korban kemudian sempat dilarikan ke RSUD Karawang petugas dari Polsek Ciampel dan warga, namun setibanya di rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia," kata Cep Wildan saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026) malam.  

Dari keterangan yang disampaikan saksi, kata Cep, korban sempat berteriak meminta tolong sesaat sebelum tak sadarkan diri.

Dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan terkena benang kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian yakni saksi Budianto (54) dan Ramadhan (49).

Adapun keberadaan korban pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Gugun Gunawan (36).

Saat itu saksi melihat korban dalam kondisi terdiam di atas sepeda motor, menyebut saat didekati, darah sudah mengalir dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian. 

Gugun kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.  

Wildan mengatakan, aparat kepolisian dari Polsek Ciampel bersama Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis Polres Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

“Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” ujar Cep Wildan.  

Baca juga: Sinkhole Tileng Terus Membesar, Luasnya Lima Kali Lipat Dalam Kurun Sebulan

Hingga saat ini, kata Cep Wildan, dugaan sementara mengarah pada korban terjerat benang.

Meski begitu, kepolisian tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. 

 “Kami menghormati keputusan keluarga korban yang menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan informasi dan keterangan yang ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini,” katanya.  

Selain mengucapkan bela sungkawa, Cep Wildan juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

Khususnya di wilayah terbuka yang rawan aktivitas layangan.  "Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.