Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Para pelari yang mengikuti ajang Rinjani 100 mulai berdatangan dari berbagai negara ke kawasan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Panitia memastikan seluruh persiapan telah selesai.
Sejumlah peserta, baik dari dalam maupun luar negeri, mulai hadir di lokasi utama penyelenggaraan Rinjani 100, yakni Hotel Nusantara, Sembalun.
Mereka tampak datang untuk melakukan pendaftaran ulang serta mengambil perlengkapan lomba.
Race Director dari FoneSport, Dian Sukmara, menyampaikan bahwa saat ini proses verifikasi ulang peserta tengah berlangsung.
Selain itu, para peserta juga mengambil peralatan yang sudah disiapkan oleh panitia.
Baca juga: Rinjani Trail Run 2026 Kembali Digelar, Gubernur Iqbal Optimistis Dorong Ekonomi Lokal
"Sekarang sedang proses pendataan ulang peserta. Mereka mengambil nomor peserta sehingga kami bisa mengetahui data secara langsung berapa banyak orang yang hadir di acara Rinjani 100 ini. Jadi mereka daftar ulang sambil kami cek perlengkapan pribadi apa saja yang dibutuhkan selama lomba," kata Dian pada Kamis (30/4/2026).
Hingga saat ini, peserta yang sudah melakukan registrasi ulang mencapai 20 persen, yang didominasi oleh pelari dari kategori 162 kilometer.
Dian menjelaskan bahwa peserta dari kategori lainnya dapat melakukan registrasi pada hari berikutnya.
"Yang baru daftar hari ini baru sekitar 10 sampai 20 persen. Sisanya akan dilakukan besok, karena hari ini sebagian besar diisi oleh peserta nomor 162 km, jadi yang daftar belum banyak, tapi besok masih bisa registrasi ulang," tambahnya.
Ia memastikan bahwa seluruh persiapan umum sudah matang, baik dari sisi keselamatan peserta maupun berbagai fasilitas pendukung lainnya.
"Persiapan keseluruhan sudah kami lakukan. Nanti akan ada tenaga medis di pos-pos, serta makanan sehingga kebutuhan gizi dan cairan peserta bisa terpenuhi. Jika terjadi kondisi darurat, pasti ada penanganan lokal di water station. Rekan-rekan dari Basarnas juga sudah siaga, begitu juga dengan ambulans yang telah kami siapkan," ucap Dian.
Untuk kategori 162 kilometer, setiap peserta akan dipasangi alat GPS.
Hal ini karena jalur yang akan ditempuh dalam kategori ini cukup jauh dan tergolong ekstrem.
"GPS kami terapkan untuk kategori jarak jauh sebagai alat pemantau, karena durasinya panjang sehingga kami bisa memantau posisi mereka selama perlombaan berlangsung," jelas Dian.
Ajang Rinjani 100 tahun ini diikuti oleh 4.872 peserta yang berasal dari 42 negara di berbagai belahan dunia.
(*)