Terekam CCTV Nenek di Pekanbaru Dihajar Perampok hingga Tewas, Mantan Menantu Diburu Polisi
Ayu Wulansari K May 01, 2026 12:34 PM

Grid.ID - Nenek di Pekanbaru dihajar perampok hingga tewas. Pelaku berjumlah 4 orang, yakni 2 laki-laki dan 2 perempuan. Salah satu pelaku perempuan adalah mantan menantu korban.

Peristiwa perampokan sadis terjadi di sebuah rumah di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbung Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Perampokan ini menewaskan seorang wanita 60 tahun bernama Dimaris Denny Waty Sitio.

Dimaris meninggal dunia usai dihajar berkali-kali menggunakan benda tumpul oleh pelaku. Perampok juga membawa sejumlah barang berharga dari rumah korban, di antaranya cincin kawin 12 gram, cincin emas 10 gram, uang tunai senilai 400 dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55, satu unit musik box, dan satu unit speaker.

Kronologi nenek di Pekanbaru dihajar perampok hingga tewas ini terekam jelas di kamera pengawas atau CCTV. Tampak 2 orang pelaku wanita yang sempat berbincang dengan korban sebelum pembunuhan terjadi.

"Jumlah pelakunya sekitar 4 orang. Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino, dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Sementara itu polisi mengaku telah mengantongi keempat identitas pelaku dan kini sedang dalam proses pengejaran. Salah satu pelaku perempuan adalah mantan menantu korban berinisial AF.

AF dulunya pernah menikah dengan anak kandung korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan sempat tinggal di rumah korban. Namun setelah beberapa bulan, AF kabur dari rumah.

Kini, setelah perampokan terjadi, AF diburu polisi. Keluarga AF juga telah dimintai keterangan, yakni abang kandung AF dan teman abang AF, namun keduanya mengaku tak pernah bertemu pelaku.

"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," jelas Dodi.

Selain itu polisi juga telah mengamankan anak kandung korban berinisial A. Hal itu lantaran dari rekaman CCTV, A terlihat datang mengendarai sepeda motor dan parkir di depan rumah.

Namun tak lama kemudian ia keluar lagi. Dari pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahui ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Diduga, para pelaku mencegah A untuk masuk ke rumah. Polisi pun masih melakukan pendalaman dari keterangan tersebut.

Kronologi Nenek di Pekanbaru Ditemukan Tewas

Peristiwa nenek di Pekanbaru dihajar perampok hingga tewas ini terjadi pada Rabu (29/4/2026) pagi. Kronologi bermula sekitar pukul 8.00 WIB, suami korban, Salmon Meha (66) mengajak istrinya untuk pergi mengurus pajak kendaraan.

Akan tetapi Dimaris memilih tidak ikut dan tetap tinggal di rumah. Salmon pun akhirnya pergi meninggalkan sang istri seorang diri di rumah.

Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon tiba di rumah dan mendapati pintu rumahnya terbuka. Ia pun semakin curiga saat melihat kondisi di dalam sudah berantakan.

Salmon kemudian mencari keberadaan istrinya. Tak disangka, wanita 60 tahun itu telah tergeletak bersimbah darah di dapur.

Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup. Sementara itu bagian wajahnya tampak mengeluarkan darah.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara guna dilakukan visum dan autopsi. Dari hasil pemeriksaan medis, Dimaris meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan pada otak.

Detik-detik Pembunuhan Sadis

Dari rekaman CCTV yangberedar di media sosial, terlihat detik-detik nenek di Pekanbaru dihajar perampok hingga tewas, sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya para pelaku sempat mondar-mandir di depan rumah korban sebelum melancarkan aksinya.

Diduga para perampok ingin memastikan situasi sekitar aman. Pelaku yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan datang menggunakan mobil.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @rumpi_gosip, tampak dua pelaku perempuan lebih dahulu masuk ke dalam rumah setelah dibukakan pintu oleh Dimaris. Setelah itu, pelaku yang merupakan mantan menantu Dimaris, sempat berbincang dengan korban.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki datang dengan membawa balok kayu. Laki-laki itu pun langsung menghantam kepala korban dengan kayu tersebut dan menyerangnya secara bertubi-tubi.

Meski korban sudah tidak berdaya, pelaku terus menyerang korban dengan membabi buta hingga akhirnya meninggal dunia. Pelaku juga terlihat merusak CCTV di rumah korban, namun tampang pelaku tampak jelas di kamera.

Setelah melakukan pembunuhan sadis, para pelaku kemudian menggasak barang-barang dari rumah korban korban dan kabur dari lokasi kejadian.

Kini polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalamguna mengungkap kasus ini dengan terang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.