TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Barat, Febrianto Wijaya ingin mengubah pola pikir klub-klub di Sulawesi Barat, agar lebih berani bersaing dan berprestasi.
Febrianto menuturkan, masih banyak pengurus klub di Sulbar yang merasa khawatir dan takut Ketika keluar sebagai juara regional, kemudian maju ke kejuaraan nasional merasa khawatir terhadap biaya operasional yang lebih tinggi.
Baca juga: Kondisi Warga Lampa Polman Usai Terkena Busur saat Melintas di Wonomulyo
Baca juga: Besok, 229 Calon Jamaah Haji Mamuju Tengah Berangkat ke Makassar, Hari Ini Mulai Kumpul Koper
PSSI kata Febri- sapaan akrabnya, berkomitmen selalu hadir dan memberikan solusi nyata bagi kendala yang dihadapi klub-klub di daerah.
Membangun ekosistem yang mendukung kemajuan pemain lokal ke tingkat nasional, dengan menggandeng akademi-akademi akademi besar di Indonesia, menjadikan Sulawesi Barat sebagai wadah pencarian bakat.
"Karena akses kompetisi nasional itu, menjadi jalan bagi pemain lokal agar bisa merasakan kompetisi yang lebih ketat di level Liga 1, Liga 2, maupun Elite Pro Academy," ujar Febri, Jumat (1/5/2026).
Visi misi Febri lainnya adalah meningkatkan nilai jual (Value) dan komersialisasi klub di Sulawesi Barat, agar punya nilai jual di mata sponsor.
Mendorong klub agar lebih mandiri secara finansial melalui promosi yang masif.
Kemudian ditambah promosi dan eksposur media, untuk mempromosikan profil klub dan pertandingan, guna meningkatkan kepercayaan sponsor dan pemerintah.
"Membangun sejarah dan kebanggaan, untuk meningkatkan value klub agar sepak bola "mandarah daging" di hati suporter, pemegang kebijakan, dan pihak sponsor," terangnya.
Sehingga dibutuhkan linearitas pandangan dan frekuensi antar pengurus klub, agar memiliki semangat yang sama untuk naik kasta ke Liga 3 atau Liga 2.
"Ditambah meningkatkan standar kualitas pelatih dan wasit untuk menunjang performa pemain," tambahnya.
Febri menjelaskan, jika kelak dia dipercaya memimpin asprov PSSI Sulbar, hal pertama yang akan dia jalankan adalah membenahi internal organisasi.
Fokus utama memperkuat hubungan dan komunikasi antar lembaga sepak bola di Sulawesi Barat.
Kemudian membangun konektivitas hubungan antara PSSI Provinsi dengan PSSI Kabupaten, klub, pemerintah, dan seluruh stakeholder terkait.
"Terutama pendataan yang akurat terkait data pemain, pelatih, wasit, hingga kekuatan finansial klub-klub yang saat ini masih sulit diakses," pungkasnya. (*)