TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kebakaran melanda tempat usaha pengolahan kopra di Desa Banjareja, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB di Jalan Banjaranyar RT 02 RW 04 dan sempat membuat panik warga sekitar.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran diduga dipicu dari proses pembakaran kopra yang tidak terkendali.
“Api berasal dari proses pemanggangan kopra yang menggunakan kayu bakar dan kemudian membesar hingga menjalar ke tumpukan batok kelapa,” jelas Gatot.
Ia menjelaskan, sebelumnya korban bernama Saryo (52) sempat memantau proses pembakaran sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.
“Sekitar pukul 23.00 WIB api sempat membesar namun berhasil dipadamkan secara manual oleh pemilik dan warga, kemudian ditinggal beristirahat,” ungkapnya.
Namun, lanjut Gatot, api kembali membesar sekitar pukul 00.10 WIB hingga akhirnya menjalar lebih luas dan sulit dikendalikan.
“Korban kemudian berteriak meminta bantuan warga, dan warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas datang,” ujarnya.
Baca juga: Fasilitasi Pengasuhan Anak Buruh, Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Tripartit Berdikari
Laporan kebakaran diterima Pos Damkar Kroya sekitar pukul 00.29 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas ke lokasi.
“Tim kami tiba di lokasi dengan respon time 12 menit dan langsung melakukan pemadaman, pendinginan, hingga overhaul,” katanya.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB dan api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Petugas gabungan dari Damkar Kroya, relawan Redkar, Polsek Nusawungu, serta Satpol PP turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
Gatot mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api terbuka.
“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu memastikan api benar-benar padam dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.(ray)