May Day: Buruh Minta Pemkab Barru Ramah Investasi
Ari Maryadi May 01, 2026 02:07 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Puluhan buruh dari Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Barru peringati hari buruh sedunia atau May Day di Tugu Empat Payung, Jumat (1/4/2026) pagi. 

Para buruh menggelar aksi sambil menutup jalan Trans Sulawesi dari arah Pare-Pare menuju Makassar. 

Dalam orasinya buruh menuntut Pemerintah Barru bersikap ramah terhadap investasi.

"Kami juga mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Barru untuk membuka lapangan pekerjaan dan ramah investasi," ujar salah satu buruh.

Sekertaris DPC KSPSI, Rahmat (30) bilang tuntutan buruh sejalan dengan janji politik Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yaitu merealisasikan Kawasan Industri Barru (KIBAR).

Pukul 10.00 Wita buruh membubarkan diri usai ditemui Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap. 

Sejarah May Day

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tidak datang dari ruang kosong sejarah. 

May Day merupakan perjuangan berdarah. 

Hasil dari perjuangan itu adalah delapan jam kerja yang kita jalani hari ini. 

Peristiwa itu bermula pada Mei 1886 di lapangan Haymarket, Chicago, Amerika.

Puluhan ribu buruh di Chicago turun ke jalan menuntut hak jam delapan kerja yang manusiawi. 

Delapan jam kerja, delapan jam istirahat, delapan jam rekreasi. 

Namun demo puluhan ribu buruh berujung kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa dari pihak buruh dan polisi. 

Untuk mengenang peristiwa kerusahan di lapangan Haymarket itu, Federasi Internasional Kelompok Sosialis dan Serikat Pekerja di Paris menetapkan 1 Mei sebagai hari pekerja sedunia. 

Dalam perkembangannya peringatan May Day menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja atas upah layak, keselamatan kerja dan perlindungan sosial. 

Laporan Reporter Tribun-timur.com Segitarius

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.