Copenhagen (ANTARA) - Kantor Regional Eropa untuk Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO/Europe menetapkan Pusat Riset untuk Kesehatan dan Penyakit Menular Denmark (CHIP) sebagai pusat kolaborasi WHO untuk mendukung penanganan HI, virus hepatitis dan tuberkulosis (TB) dan infeksi menular seksual (IMS).
Pusat tersebut, yang berbasis di Rigshospitalet dan University of Copenhagen, akan bekerja sama dengan WHO/Eropa dan negara-negara anggotanya untuk menerjemahkan bukti ilmiah ke dalam praktik, memperkuat respons kesehatan masyarakat, serta mempercepat kemajuan menuju target kesehatan regional.
Penetapan tersebut berfokus pada HIV, koinfeksi HIV/TB, dan hepatitis virus, sekaligus mendukung upaya penanganan IMS.
Dalam periode empat tahun, pusat itu akan membantu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperluas akses terhadap layanan tes HIV, hepatitis virus, dan IMS, memperkuat implementasi dan riset operasional, serta mengoptimalkan program pencegahan biomedis di tingkat nasional.
"Pusat-pusat kolaborasi WHO berkontribusi terhadap keamanan kesehatan regional dengan memperluas kapasitas teknis WHO, menyediakan keahlian khusus, serta memperkuat kemampuan kelembagaan di tingkat negara maupun kawasan," kata Ihor Perehinets, direktur keamanan kesehatan dan kedaruratan regional di WHO/Eropa.





