TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah warga yang ikut Peringatan May Day 2026 di Monas, Jumat (01/05/2026), berdesakan-desakan berebut sembako yang dibagikan dari mobil box.
Sembako itu dibungkus dalam tas serut berwarna putih dengan tulisan 'Istana Kepresidenan Republik Indonesia'.
Sembako dibagikan usai Presiden Prabowo Subianto meninggalkan kawasan Monas.
Isinya mulai dari beras, gula, kopi, kental manis, hingga sarden kaleng.
Deni dan Wahyudi, 2 warga asal Tangerang, adalah beberapa di antara warga yang ikut berebut sembako di pintu keluar Monas ke arah Patung Kuda.
"Kami sempat pisah rombongan, jadi kami saling cari. Kita tunggu di pintu keluar. Pas nunggu yang lain, teman yang lain bawa-bawa ginian (sembako)," kata Deni saat diwawancarai.
Baca juga: Massa Buruh Rayakan May Day 2026 di Kawasan Monas, Anak-Anak hingga Lansia Ikut Gabung
Meski begitu mereka tidak tahu pihak siapa yang membagikan sembako itu.
"Mungkin semacam petugas. Pakai baju seragam," kata Wahyudi.
"Bukan (polisi), mungkin kayak organisasi," sambungnya.
Namun begitu, pantauan Tribunnnews di lokasi, tidak semua pihak mendapatkan sembako yang sama seperi Deni dan Wahyudi. Beberapa pulang dengan tangan kosong.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari May Day di Monas.
Dalam acara tersebut, Prabowo berpidato menjanjikan beberapa kebijakan yang berpihak pada buruh, salah satunya adalah tempat penitipan anak atau daycare.
Beberapa kebijakan lainnya juga disinggung, termasuk rativikasi Konvensi 188 tentang perikanan yang berkaitan dengan nelayan.