Hasil Autopsi Jasad Wanita Terkubur di Lingga Ungkap Fakta, Syafitri Yana Tewas Dicekik
Dewi Haryati May 01, 2026 02:27 PM

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Hasil autopsi ungkap fakta terkait kematian Syafitri Yana (23) alias Yana, wanita yang jasadnya ditemukan terkubur di belakang rumah kontrakan di Jalan Kartini, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (28/4/2026).

Autopsi sebelumnya dilakukan oleh tim Bid Dokkes Polda Kepri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telek, Kecamatan Singkep, Kamis (30/4/2026) malam, sekira pukul 19.40 WIB.

Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi pemakaman, karena keterbatasan fasilitas di RSUD setempat, sekaligus mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan jika proses dipindahkan.

Di bawah tenda yang menutup ruang tunggu TPU, tim forensik bekerja secara intensif dengan pengamanan ketat aparat kepolisian.

Area sekitar dipasangi garis polisi untuk membatasi akses warga yang sejak sore telah memadati lokasi.

Kedatangan tim forensik tersebut menjadi momen penting dalam penanganan kasus yang sempat menggegerkan warga Dabo Singkep.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya kekerasan tumpul pada bagian leher korban yang menyebabkan patahnya tulang lidah hingga mengakibatkan mati lemas.

Selain itu, pola kekerasan yang ditemukan juga menunjukkan indikasi kuat korban mengalami tindakan pencekikan sebelum meninggal dunia.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan kematian korban diduga kuat akibat kekerasan pada bagian leher yang menyebabkan korban kehabisan napas.

Temuan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus kematian perempuan muda tersebut di Kabupaten Lingga.

"Kekerasan tumpul pada leher yang mengakibatkan patahnya tulang lidah dan mengakibatkan mati lemas," ungkap AKBP Pahala kepada Tribunbatam.id, Jumat (1/5/2026).

Dari hasil tersebut, diketahui kematian korban diduga akibat dicekik.

"Kekerasan tumpul pada leher, berdasarkan pola dan gambarannya sesuai dengan kasus cekik," ujarnya.

Sebelumnya, polisi memastikan identitas korban adalah Syafitri Yana. Hal ini berdasarkan data kependudukan.

"Berdasarkan data dari Kartu Keluarga, perempuan tersebut bernama Syafitri Yana. Namun, di tatonya tertulis Diana, dan itu adalah orang yang sama,” ujar Nababan.

Dengan terungkapnya hasil autopsi tersebut, kasus kematian Syafitri Yana kini semakin mengarah pada dugaan tindak pidana.

Pihak kepolisian pun terus melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut. 

Kondisi saat Ditemukan Mengenaskan

Temuan tersebut menggegerkan warga sekitar.

Kasatreskrim Polres Lingga, Iptu Maidir Riwanto, menerangkan dari hasil visum di RSUD Dabo, diketahui korban merupakan perempuan tanpa busana yang sudah dalam kondisi membusuk.

"Jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk, dengan lebam merah kebiruan pada bagian wajah dan leher, serta tubuh yang sudah kaku," ungkapnya.

Selain itu, kondisi jasad juga tampak kotor dengan pasir menempel di hampir seluruh bagian tubuh.

Pada bagian kepala, leher, dan dada ditemukan lebam merah kebiruan, dengan kondisi mata melotot dan lidah tergigit.

Petugas juga menemukan adanya darah berwarna gelap yang keluar dari hidung dan telinga, disertai buih.

Lebih lanjut, seluruh bagian tubuh korban menunjukkan tanda pembusukan lanjut, seperti kulit yang mulai mengelupas dan kondisi perut yang membuncit.

Pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah tanda khusus, di antaranya tato bertuliskan “Diana” di lengan bawah kanan, tato bergambar jari tengah di lengan atas kiri, serta tato abstrak di lengan kiri bawah.

Sementara pada kuku jari tangan, terlihat masih terdapat pewarna kuku berwarna hitam. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.