TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Aparat Kepolisian Daerah atau Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan tiga pemuda yang terlibat keributan di kawasan pemukiman padat penduduk, Kelurahan Kambu, Kota Kendari, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Insiden yang dipicu oleh persoalan pribadi terkait asmara ini sempat meresahkan warga sekitar sebelum akhirnya diredam oleh tim patroli kepolisian.
Keributan tersebut pecah di Lorong Merak, sebuah kawasan yang didominasi oleh rumah indekos mahasiswa dan pekerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula dari perselisihan personal yang melibatkan seorang perempuan, hingga kemudian memicu konfrontasi fisik antar-kelompok pemuda di lokasi tersebut.
Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima aduan masyarakat melalui layanan darurat. Warga melaporkan adanya sekelompok pemuda yang melakukan aksi saling serang dan berteriak di lingkungan mereka.
"Kami segera menuju lokasi untuk mengantisipasi eskalasi konflik. Setibanya di sana, beberapa pemuda mencoba melarikan diri, namun tiga orang berhasil kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Boy di Kendari, Jumat siang.
Baca juga: Perkuat Penegakan Hukum, Kemenkum Sulawesi Tenggara Kolaborasi Polda Sultra Tangani Pelanggaran KI
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa motif utama pertikaian ini adalah masalah pribadi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, aksi premanisme dan keributan di lingkungan pemukiman menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Secara sosiologis, kawasan Kambu merupakan salah satu titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kendari karena tingginya mobilitas penduduk pendatang.
Polisi pun mengimbau para pemilik indekos untuk lebih memperketat pengawasan terhadap penghuni dan tamu guna mencegah kejadian serupa terulang.
Saat ini, ketiga pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan di markas kepolisian setempat.
Sementara itu, petugas kepolisian meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan keramaian untuk memastikan situasi tetap kondusif.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dalam menyelesaikan persoalan pribadi. Segera laporkan kepada aparat jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing," pungkas Boy. (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)