Ribuan Massa Aksi May Day Padati Gedung DPR RI, Bentangkan Spanduk "Koruptor Rampas Hak Buruh"
Wahyu Septiana May 01, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Ribuan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Massa aksi terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, mahasiswa, musisi, dan warga sipil.

Pantauan TribunJakarta.com sekitar pukul 14.45 WIB, massa berkumpul tepat di depan gerbang Gedung DPR RI.

Massa aksi datang dengan membawa sejumlah atribut. Mereka mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk di gerbang DPR.

"Pekerja Berhak Sejahtera," demikian bunyi tulisan dalam salah satu spanduk.

"Koruptor merampas hak dan kesejahteraan buruh," tulis spanduk lainnya.

Adapun massa aksi di depan Gedung DPR RI diperkirakan mencapai 5.000 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat termasuk komponen mahasiswa.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan untuk melakukan pengecekan kepada setiap anggota yang bertugas.

Ribuan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Ribuan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apapun. Saya minta setelah ini dilakukan check and recheck agar tidak ada senjata api yang terbawa," kata Dekananto, Jumat (1/5/2026).

Dekananto juga meminta anggotanya agar tidak bertindak represif kepada para peseta aksi dan mengedepankan pendekatan humanis serta persuasif.

"Anggota dilarang bersikap agresif dan tetap menjaga posisi bertahan dengan mengedepankan cara humanis, serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi di lapangan dapat diatur dengan baik," ujar Wakapolda.

Ia menjelaskan, penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

Ia pun mengimbau para personel yang bertugas untuk mengontrol emosi dan tidak mudah terpancing provokasi.

"Kendalikan diri dan laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir," ungkap Dekananto.

Berita Lainnya

Baca juga: Prabowo Tanya Massa Buruh Soal Manfaat MBG, Politikus PDIP: Hari Buruh Kok Tanya MBG?

Baca juga: Suara Buruh di Hari Buruh: Tak Ada PHK, Hidup Sejahtera hingga Status Kerja Jelas

Baca juga: 4 Laga Penentuan Persija, Shayne-Dony Tegaskan Misi Sempurna: Ini Seperti Final

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.