Pimpinan ULMWP Sebut Nasib Bangsa Papua Terancam Setelah 63 Tahun Integrasi
Marius Frisson Yewun May 01, 2026 02:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyampaikan seruan tegas dalam peringatan 63 tahun integrasi Papua ke Indonesia, 1 Mei 2026.

Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, secara langsung menyatakan bahwa kondisi Papua hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan serius.

“Selama 63 tahun, hak politik Bangsa Papua telah dikorbankan demi kepentingan ekonomi dan geopolitik negara-negara besar,” ujar Menase Tabuni dalam pernyataannya Jumat, (1/5/2026).

Baca juga: Gebrakan Budaya Barisan Merah Putih Papua Bakar Semangat Pemuda di Hari Integrasi

Ia juga menegaskan sikap politik organisasi tersebut terhadap posisi Papua saat ini.

“Bangsa Papua tidak memiliki masa depan di bawah Indonesia. Hidup dalam pendudukan berarti membiarkan ancaman nyata terhadap manusia, budaya, dan alam Papua,” tegasnya.

ULMWP turut menyerukan dukungan luas dari masyarakat Papua.

“Kami menyerukan seluruh rakyat Papua dari semua latar belakang untuk bangkit dan memberi dukungan nyata kepada ULMWP dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri,” lanjutnya.

Selain seruan politik, ULMWP juga mengajak masyarakat melakukan refleksi spiritual.

“Mari galakkan doa bersama setiap pukul 15.00, mempersembahkan perjuangan Bangsa Papua kepada Tuhan,” kata Tabuni.

Baca juga: May Day di Tanah Papua: Menagih Janji Otsus bagi Pekerja Asli Papua yang Masih Marginal

Dalam pernyataan tersebut, ULMWP mengingatkan pentingnya menjaga tanah adat dan identitas budaya.

“Kami minta seluruh rakyat Papua kembali ke kebun, menjaga tanah adat, dan menghentikan jual beli tanah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, seruan juga ditujukan kepada komunitas internasional untuk membuka mata terhadap situasi yang terjadi di Papua dan mengambil tindakan nyata.

Wakil Presiden Eksekutif Octovianus Mote dan Sekretaris Eksekutif Markus Haluk turut menandatangani pernyataan tersebut.

Baca juga: Pemkab Kaimana Siapkan 33 Hewan Kurban Iduladha untuk Masjid di Lima Distrik

Pernyataan ini menjadi sikap resmi ULMWP dalam momentum peringatan 63 tahun integrasi Papua, sekaligus menegaskan kembali tuntutan politik organisasi tersebut di tingkat nasional dan internasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.