SURYA.CO.ID - Tragedi Kereta Api Argo Bromo Anggrek kembali terjadi. Setelah tabrakan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (27/4/2026). KA Argo Bromo Anggrek kembali celaka di Brobogan, Jawa Tengah.
KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi ini terlibat tabrakan dengan sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 52 KM 29+800, antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 02.52 WIB itu menelan empat korban jiwa.
Kecelakaan berawal saat Mobil Toyota Avanza putih bernomor polisi H 1060 ZP yang mengangkut rombongan pengantar jemaah haji melintas di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sugihan, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mengatakan, Avanza berpenumpang sembilan orang itu sebelumnya berjalan dengan kecepatan sedang dari arah selatan (Sidorejo) menuju ke arah utara (Purwodadi).
Baca juga: Usai Didesak Mundur Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Aksi Bobby Rasyidin Picu Simpati Publik
"Sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara) perlintasan dengan palang pintu swadaya, Avanza tiba-tiba berhenti, mesin mati di jalur rel sebelah selatan," kata Ari.
Nahas, pada saat bersamaan melaju KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat (Semarang) menuju timur (Surabaya).
Seketika, kecelakaan pun tak terhindarkan.
"KA Argo Bromo Anggrek menabrak bodi depan kiri Avanza," katanya lagi.
Avanza yang mengangkut rombongan pengantar jemaah haji berjumlah 9 orang itu pun langsung terpental sejauh 20 meter.
Mobil itu lantas terbentur tiang listrik hingga terjun ke area persawahan.
"Empat penumpang Avanza meninggal dunia dan sisanya dilarikan ke fasilitas kesehatan. Korban warga Kabupaten Grobogan," kata Ari.
Iptu Eko Ari Kisworo, menyampaikan bahwa para korban merupakan warga Kabupaten Grobogan yang tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.
"Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada calon haji. Tunggu ya masih didalami," kata Ari.
Kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan kondisi sarana.
Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 02.56 WIB.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyayangkan kejadian tersebut.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Jateng.
Terpisah, Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani mengatakan penumpang yang luka-luka, 3 diantaranya rawat jalan, dan 2 dirawat di RSUD R Soejati.
"Masih didalami," kata Kumala, Jumat (1/5/2026).
Menurut Luqman Arif, menjelaskan, akibat kejadian tersebut, kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan kondisi sarana.
Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 02.56 WIB.
"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Luqman.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, merujuk Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," pungkas Luqman.
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang KRL tewas hingga pukul 08.45 WIB, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Senin (28/4/2026).
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Para korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, seluruh korban yang dievakuasi dalam insiden tersebut adalah perempuan.
"Seratus persen yang kami evakuasi, (adalah) perempuan," tutur Mohammad Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.
Ia juga menegaskan tidak ada korban anak-anak dalam peristiwa kecelakaan kereta tersebut.
Mohammad Syafii memastikan operasi evakuasi telah berakhir.
"Bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kami harapkan dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kami nyatakan kami kembalikan ke homebase masing-masing," kata Mohammad Syafii. (tribun jateng/kompas.com)