Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sepi pengunjung, wisata alam Karinjing Forest di wilayah Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, kini terbengkalai.
Dulu, wisata alam Karinjing Forest yang dibuka pemerintah desa dengan inisiatif kepala desa pada sekitar tahun 2023 itu sempat ramai beberapa bulan.
Wisata alam Karinjing Forest menawarkan keindahan alam dengan pepohonan yang rindang dan bukit menghadap pantai. Lokasi ini cocok untuk camping ground, berkemah, kumpul bersama keluarga maupun saudara.
Namun, pantauan Tribun Jabar pada Jumat (1/5/2026) pagi menjelang siang, kondisi wisata alam yang dikelola bersama warga setempat pun terlihat kumuh.
Warung kecil yang berada di muka wisata alam Karinjing Forest tampak tertutup, kumuh, dan banyak rumput menjalar atau tak terawat.
Baca juga: Nikmati 4 Keunggulan Karinjing Forest Pangandaran untuk Liburan Akhir Tahun yang Seru
Baca juga: 4 Kelebihan Tempat Wisata Karinjing Forest di Pangandaran, Bikin Liburan Akhir Tahun Kian Asyik
Setelah masuk ke dalam wisata, ada beberapa gazebo, mushola, dan WC umum tak terawat hingga banyak berserakan berbagai jenis sampah.
Selain itu, fasilitas permainan seperti ayunan, spot Poto, sepeda gantung, outbound, dan flying fox pun mulai rusak.
Meskipun akses jalan dari pintu masuk menuju wisata alam Karinjing Forest cukup bagus, tapi kini tidak ada aktivitas wisata.
Kepala Desa Bagolo, Sutoyo, mengatakan, untuk penataan wisata alam Karinjing Forest butuh investor agar bisa menarik minat wisatawan.
"Penataan wisata dari dana desa itu tidak cukup. Butuh anggaran besar agar wisata alam yang ditawarkan lebih menarik pengunjung," ujar Sutoyo kepada Tribun Jabar di kantornya, Jumat siang.
Ia mengaku, setelah wisata alam Karinjing Forest dibuka dan dilakukan pembangunan fasilitas jalan, gasibu, dan fasilitas umum, itu daya tarik bagi wisatawan masih kurang.
"Di awal memang lumayan ramai, tapi makin lama malah makin sepi sampai sekarang. Ya, mungkin daya tarik atau wahananya itu kurang buat pengunjung. Kondisi sepi, mungkin ada sekitar dua tahun ini," katanya.
Ia mengklaim, berbagai upaya sebelumnya sudah dilakukan agar bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
"Seperti promosi melalui media sosial kita terus dilakukan. Tapi, ya seperti ini sepi karena mungkin tidak ada daya tarik lain selain alam," ucap Sutoyo.
Dengan kondisi sepinya wisata alam Karinjing Forest, Sutoyo berharap ada investor yang mau kerjasama untuk menata wisata alam tersebut.
"Jadi, sekarang ini kita dari pemerintah desa butuh investor agar desa wisata di kita bisa kembali normal," ujarnya. (*)