TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usianya baru 13 tahun.
Anggi Ratu Lestari jadi salah satu jamaah termuda di Kelompok Terbang (kloter) 16 Embarkasi Makassar.
Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Takalar ini tiba di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).
Namun, keberangkatannya bukan sekadar perjalanan ibadah biasa.
Ada kisah haru yang menyertai langkah kecilnya menuju Baitullah.
Ia berangkat menggantikan sang ibu yang telah wafat pada 2022 lalu.
Bersama ayahnya, Darwis Daeng Talle, Anggi membawa amanah besar untuk menunaikan ibadah haji yang dulu menjadi impian ibunya.
Dengan suara lirih, Anggi mengaku perasaannya campur aduk.
Baca juga: 5.495 JCH Embarkasi Makassar Tiba di Tanah Suci, Kloter 15 dan 16 Siap Menyusul
"Sedihnya karena menggantikan ibu, tapi bahagia juga karena bisa berangkat ke Baitullah," kata Anggi kepada Tribun-Timur.com.
Remaja kelas SMP kelas 1 itu, mengaku akan terus mempersembahkan doa terbaik untuk sang ibu.
"Semoga ibu bahagia di sana,” ujarnya.
Sang ayah, Darwis mengatakan perjalanan haji ini awalnya direncanakan bersama istrinya.
Mereka telah mendaftar sejak belasan tahun lalu dengan harapan bisa berangkat berdua.
Namun takdir berkata lain, sang istri lebih dulu berpulang sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima.
"Saya harusnya pergi sama ibunya, tapi ibunya tidak bisa berangkat. Kami sudah lama mendaftar, rencananya berdua, tapi Tuhan berkehendak lain," kata Darwis.
Meski diliputi duka, Darwis tetap melangkah ke Tanah Suci bersama putrinya.
Ia berjanji akan memanjatkan doa khusus untuk sang istri selama menjalankan ibadah haji.
“InsyaAllah akan ada doa khusus untuk istri saya di sana,” katanya.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Renaldi Cahyadi