TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembersihan tumpukan sampah di TempatPenampungan Smentara (TPS) Pasar Baleendah, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung masih terus berlngsung hngga saat ini, Jumat (1/5/2026)
Setelah sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turun langsung membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, para petugas kembali melakukan pengerukan sampah di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, sebuah loader tampak terus mengeruk sampah dan memasukkannya ke dalam mobil tronton.
Aktivitas pengangkutan dilakukan bertahap untuk mengurai tumpukan sampah.
Dari hari pertama pengerukan, Kamis (30/4) lalu, volume sampah di TPS Pasar Baleendah pada hari ini terpantau berkurang signifikan.
Meski tersisa tumpukan di beberapa titik, terutama di jalur menuju ke Bojongsoang.
Baca juga: Baleendah Viral Karena Sampah, Sekda Jabar: Bandung Jadi Lautan Sampah Jika Warga dan Pemda Tak Acuh
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana mengatakan, total sampah yang sedang dilakukan pengerukan, diperkirakan mencapai sekitar ratusan ton atau setara puluhan tronton.
"Ini perkiraan 400 ton atau 20 unit tronton. Kalau kami pengin secapatnya selesai. Kami juga lagi menunggu lagi beberapa tronton untuk datang ke sini," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Jumat (1/5/2026).
Ruli mengakui bahwa penanganan sampah di TPS Pasar Baleendah, sebelumnya terkendala keterbatasan kuota harian untuk proses pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti.
Pasalnya, kuota pengangkutan sampah Kabupaten Bandung ke TPA Sarimukti per harinya hanya 280 ton.
Dengan adanya hal tersebut, Pemkab Bandung kesulitan untuk menetaskan permasalahan tersebut.
"Kami tidak lagi mampu untuk mengangkut, karena keterbatasan kuota. Sedangkan Pasar Baleendah selama ini yang kita tahu, memang tidak hanya menerima sampah dari pasar, tetapi dari luar," katanya.
Dengan turunnya Pemprov Jawa Barat membantu pengangkutan sampah di TPS Pasar Baleendah, kuota harian Kabupaten Bandung tersebut dapat diatasi sementara waktu, lantaran dalam keadaan darurat.
Namun Ruli menegaskan, stelah penanganan tersebut selesai, pihaknya berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah TPS Pasar Baleendah, termasuk memperketat layanan.
Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari hulu dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta mengarah pada konsep zero waste di tingkat masyarakat.
"Kami harus sekarang melakukan langkah -langkah yaitu kaitan dengan mengolahan sampah. Jadi semua mengolah. Akhirnya nanti yang dibuang ke TPA Sarimukti adalah residunya saja," ucapnya.(*)