POSBELITUNG.CO, BANGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Pangkalpinang tahun ini berlangsung tanpa aksi demonstrasi.
Pemerintah Kota Pangkalpinang memilih menghadirkan suasana berbeda dengan menggelar perayaan di kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Jumat (1/5/2026).
Suasana yang tercipta pun jauh dari kesan tegang. Ratusan pekerja bersama keluarga tampak menikmati kegiatan santai dalam konsep yang lebih akrab dan rekreatif.
Pendekatan ini dinilai mencerminkan cara baru yang lebih humanis dalam memaknai peringatan Hari Buruh.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, menegaskan bahwa peringatan May Day tidak harus selalu identik dengan aksi turun ke jalan.
Ia menyebut, setiap daerah memiliki ruang untuk berinovasi dalam merayakan momentum tersebut dengan cara yang lebih positif dan membangun.
"Biasanya kita lihat di pusat itu di Monas, sekarang kita buat di pantai. Ini bentuk kreativitas daerah dalam merayakan May Day," kata Saparudin kepada awak media, Jumat (1/4/2026).
Ia menegaskan, esensi peringatan Hari Buruh tetap terletak pada penghargaan terhadap kontribusi pekerja dalam pembangunan daerah. Karena itu, momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi secara langsung.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjutnya, mengakui peran penting para pekerja yang selama ini menjadi penggerak roda ekonomi, baik di tingkat kota maupun provinsi.
Namun di sisi lain, Saparudin juga mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah dalam memenuhi harapan para pekerja, khususnya terkait pelayanan dan kebijakan.
"Kalau masih ada yang belum maksimal, itu menjadi catatan bagi kami untuk terus memperbaiki," ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan akses jaminan sosial semakin mudah dan merata.
Lebih dari sekadar seremoni, Saparudin menilai May Day sebagai ruang refleksi bersama bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha.
Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan industrial agar lebih sehat dan produktif.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan pekerja. Sinergi antara kedua pihak dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus kesejahteraan tenaga kerja.
"Kalau hubungan ini kuat, maka dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tapi juga ke kemajuan daerah," ucapnya.
Di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan, Saparudin mengajak para pekerja untuk tetap menjaga semangat dan optimisme. Ia menekankan pentingnya kesehatan, baik fisik maupun mental, sebagai fondasi dalam menghadapi situasi ke depan.
Perayaan May Day dengan konsep terbuka di ruang publik ini diharapkan menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan pekerja. Pendekatan yang lebih santai dinilai mampu mencairkan sekat sekaligus memperkuat komunikasi antar pihak.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)