Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendengarkan langsung keluhan para petani sawah saat melakukan kunjungan kerja di Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Keluhan itu disampaikan seorang petani di Danau Dendam, Kota Bengkulu, Herman Agustin, petani sawah yang mewakili kelompok tani di Kota Bengkulu.
Persoalan utama yang dihadapi petani saat ini bukan lagi harga gabah maupun pupuk, melainkan kerusakan irigasi sekunder di kawasan persawahan.
Menurut Herman, kondisi irigasi yang berada di pinggir jalan provinsi mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, sebagian saluran irigasi telah ditutup menggunakan cor oleh bangunan milik warga di sekitar area persawahan.
“Kami kesulitan mendapatkan sumber air. Banyak irigasi sekunder ditutup bangunan. Saat gotong royong membersihkan saluran juga petani takut karena akses sudah tertutup,” ungkap Herman di hadapan Menko Pangan, saat dipanggil kedepan oleh Zulhas, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Menteri Zulikifli Hasan Tinjau Harga Gabah dan Pupuk di Bengkulu, Tegaskan Tak Boleh Ada Tengkulak
Petani kini terpaksa menyedot air menggunakan selang dari kawasan sekitar Danau Dendam Tak Sudah demi mengairi sawah mereka.
Herman berharap pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi agar petani tetap dapat bercocok tanam secara maksimal.
Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan irigasi menjadi prioritas pemerintah pusat.
Menurutnya, banyak jaringan irigasi yang dibangun sejak era Presiden Soeharto dan belum mendapatkan perbaikan hingga sekarang.
Selain itu, Zulhas juga menyoroti maraknya alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan. Ia mengaku telah ditunjuk melalui Peraturan Presiden sebagai Ketua Tim Alih Fungsi Sawah.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pemilik lahan yang mengubah fungsi sawah produktif wajib mengganti lahan dengan luas tertentu sesuai kondisi irigasi.
“Kalau sawah beririgasi bagus dialihfungsikan, wajib mengganti tiga kali luas sawah. Kalau rawa dua kali, dan tadah hujan satu kali,” tegasnya.
Ia menyebut pemerintah saat ini sedang melakukan pendataan lahan sawah yang berubah fungsi sejak tahun 2010.
Bahkan, berdasarkan data sementara sejak 2019 hingga sekarang, tercatat sekitar 600 ribu hektare sawah telah beralih fungsi.
Zulkifli Hasan pun mengingatkan agar tidak ada lagi alih fungsi lahan sawah produktif ke depan karena pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap persoalan tersebut.