TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah insiden menegangkan terjadi di perlintasan rel kereta api Cimindi, Bandung, yang nyaris berujung pada kecelakaan fatal.
Aksi nekat warga yang mengendarai motor maupun pejalan kaki terekam kamera saat ia tetap melintasi rel meski kereta api sudah terlihat akan melintas.
Peristiwa ini pun langsung viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat jelas detik-detik ketika kereta semakin mendekat dengan kecepatan tinggi.
Namun, warga tersebut tampak mengabaikan peringatan dan tetap memaksakan diri untuk menyeberang.
Situasi semakin mencekam karena jarak antara warga dan kereta terbilang sangat dekat.
Banyak pihak menilai tindakan tersebut sangat berbahaya dan dapat membahayakan nyawa, tidak hanya bagi pelaku tetapi juga orang lain.
Pihak terkait pun kembali mengingatkan pentingnya disiplin dan kewaspadaan saat berada di perlintasan sebidang.
Insiden ini menjadi peringatan keras agar masyarakat tidak mengulangi aksi serupa yang berisiko tinggi.
Video viral tersebut di unggah di akun Instagram kabar_bandungraya.
"Bukan untuk di tiru!" tulis di keterangan unggahan Instagram akun @kabar_bandungraya.
"Rabu (29/4) pukul 08:15 wib lokasi Cimindi" lanjutnya.
Sebuah video viral yang memperlihatkan aksi warga yang nekat menyeberang di jalur rel saat kereta feeder lewat tersebar di media sosial.
Dalam video tersebut tak hanya memperlihatkan kendaraan yang lewat tapi juga beberapa orang penyebrang yang nyaris tersambar kereta api feeder yang lewat.
Dikonfirmasi, Manager Humasda KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardojo menyebut bahwa aksi nekat warga dalam video tersebut terjadi di jalur rel perbatasan Bandung -Cimahi.
"Kalau lihat lokasi video itu sepertinya di Cimindi," kata Kuswardojo saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, tindakan tersebut dinilai sangat membahayakan bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi perjalanan kereta api.
Ia berharap agar masyarakat terutama yang melintasi pelintasan sebidang untuk selalu waspada. Dalam aturannya, ketika palang pintu diturunkan dan sinyal berbunyi maka semua harus berhenti memastikan kereta api berjalan terlebih dahulu.
Sejauh ini, pihak Daop 2 Bandung sendiri telah melakukan sosialisasi dengan menggandeng pihak kepolisian, hingga komunitas, baik di sekolah-sekolah maupun di pelintasan secara langsung, dimana pelanggar perlintasan kereta api terancam sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan.
Namun penindakan bukan dilakukan oleh pihak KAI melainkan oleh pihak berwenang.
"Dan tentunya memang perlintasan sebidang ini bukan menjadi tugas dari kereta api sendiri. Kereta api tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan di perlintasan sebidang secara sendirian. Perlu peran serta dan kerja sama dari semua pihak untuk bersama-sama berupaya menyelesaikan permasalahan perlintasan sebidang ini," ucapnya.
Kuswardojo menjelaskan bahwa di perbatasan Cimahi - Bandung ini ada sekitar 4 pelintasan sebidang yang teridentifikasi. "Kalau di perbatasan ada 4 dan 3 resmi sementara 1 liar," ujarnya.
Sesuai amanat UU no 23 tahun 2007, kata Kuswardojo, seharusnya pemerintah atau pemerintah daerah melakukan penutupan terhadap pelintasan tersebut.
"kalau mengikuti aturan UU maka seharusnya pemerintah atau pemerinrah daerah melakukan penutupan terhadap perlintasan tersebut sesuai dengan letak perlintasan liar tadi," katanya.
Apabila jalur pelintasan itu hendak dilakukan penutupan, kata Kiswardojo, maka KAI Daop 2 Bandung sendiri selalu berkoordinasi dengan aparat kewilayahan setempat dan semua stakeholder yang ada.
"Karena pelintasan sebidang bukan tanggungjawab satu pihak saja namun melibatkan banyak pihak didalamnya," katanya.
Meski begitu, rekaman video warga yang nekat menyebrang saat kereta api cukup dekat itu terjadi di pelintasan resmi. Menurut Kuswardojo, solusi utama saat ini untuk mencegah kecelakaan adalah kembali pada kedisiplinan warga masyarakat dan pengguna jalan.
"Sebetulnya semua kembali kepada kesadaran masyarakat untuk berdisiplin dan menunggu kereta melintas sebelum menyebrangi jalur KA," katanya.
Karenanya, ia berharap semua masyarakat untuk berdisiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang.
"Karena tentunya kunci keselamatan di perlintasan sebidang adalah dengan berdisiplin dalam berlalu lintas. Sabar sebentar, tunggu kereta api melintas dengan baik baru silakan melanjutkan perjalanan," ucapnya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)