Gubernur Koster: Restorasi Parahyangan Pura Agung Besakih Dikerjakan Tahun Ini
Aloisius H Manggol May 01, 2026 06:39 PM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2026 ini,  memulai pekerjaan penataan tahap kedua di Pura Agung Besakih.

Penataan akan difokuskan pada restorasi parahyangan, yakni pelinggih maupun bangunan di sebanyak 26 pura yang berada di kawasan Besakih.

Upacara Ngeruwak dan Mulang Dasar dilaksanakan, Jumat (1/5/2026) oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Dalam kesempatan itu, Wayan Koster menyampaikan jika penataan Pura Besakih sudah menjadi keinginnya jauh sebelum menjadi Gubernur.

Baca juga: NEKAT Maling Uang Sesari di Pura, Buruh Asal Situbondo Diamankan Warga di Kediri Tabanan

Bahkan politisi asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut sempat mengenang dirinya berkesempatan bersembahyang saat Karya Eka Dasa Rudra di Pura Besakih pada tahun 1979 silam. 

"Waktu muda, saya sering tangkil ke Besakih. Saya ingat sekali saat Eka Dasa Ludra, saat itu saya masih di SMA Negeri Singaraja," ungkap Koster, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: RAIB Emas & Uang Rp 80 Juta, Lansia 83 Tahun di Buleleng Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis!

Ia malanjutkan, saat itu ia bersama teman-temannya menaiki bus saat bersembahyang. Ketika seusai sembahyang, ia pun secara detail memperhatikan objek-objek di Pura Besakih.


"Pelinggih utama saya perhatikan, tidak semua materialnya sama. Ada pakai batu, ada bata merah. Warna dan motifnya juga berbeda-beda," ungkapnya.


Atas pengalaman tersebut, Wayan Koster memiliki tekad dan keinginan untuk menata kawasan Pura Besakih. Mulai dari penataan tahap pertama, meliputi penataan kawasan parkir hingga fasilitas penunjang yang menelam anggaran sekitar Rp911 Miliar.


 Sementara saat ini berlanjut ke penataan Parahyangan atau kompek pura yang dianggarkan sekitar Rp203 Miliar  dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung.


"Pada restorasi pura nanti dimulai, saya minta kembalikan pura pada arsitektur aslinya, dibangun dengan material yang sama. Misalnya kayu, kayu penggantinya harus sama.  Ukiran atau motif juga diikuti sesuai aslinya," ujar Koster.


Sementara Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha menjelaskan, dari total 26 pura di kawasan Pura Agung Besakih, 3 diantaranya sudah mendapatkan penanganan. Sehingga ada 23 pura yang akan menjalani restorasi pada penataan tahap kedua ini.


Misalnya saja Pura Catur Loka Pala, terdiri dari​Pura Gelap, ​Pura Kiduling Kreteg, ​Pura Ulun Kulkul dan ​Pura Batu Madeg.


Pura Catur Eswarya terdiri dari Pura Pesimpangan dan Pura Peninjoan.


​Pura Catur Lawa terdiri dari Pura Ida Ratu Dukuh,  Pura Ida Ratu Pasek, Pura Ida Ratu Penyarikan,  Pura Ida Ratu Pande dan  Pura Ida Ratu Dukuh Pesimpenan.


Pura Kahyangan Jagat dan Huluning Pura terdiri dari Pura Basukian Puseh Jagat,  Pura Banua, Pura Merajan Kanginan,  Pura Dalem Prajapati Hyang Aluh,  Pura Merajan Selonding, Pura Goa Raja, Pura Bangun Sakti, Pura Dalem Tegal Penangsaran, Pura Dalem Puri, Pura Pemuputan,  Pura Tirta Pingit dan Pura Tirta Wasuki & Tirta Pengayu-ayu.


"Perehaban tidak secara menyeluruh, tapi diperbaiki apa yang sekiranya perlu diperbaiki, seperti pelinggih, penyengker. Mengembalikan kesakralan dan menjaga keaslian pelinggih," ungkap Jro Mangku Widiartha. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.