TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah kronologi seorang oknum TNI, Sertu MB, melarikan diri saat proses pemeriksaan internal terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Sertu MB diketahui kabur sesaat setelah mengakui perbuatannya ketika diperiksa di Komando Distrik Militer atau Kodim 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasus ini bermula dari laporan seorang anak mengaku menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Didampingi kuasa hukum dan orang tuanya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari, Selasa (14/4/2026).
Denpom XIV/3 Kendari berada di Jalan Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Baca juga: Ibu Persit Lapor ke Denpom Dugaan Perselingkuhan dan KDRT Oknum TNI di Kendari Sulawesi Tenggara
Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, menjelaskan setelah pelaporan resmi, korban langsung menjalani visum di rumah sakit hingga pukul 22.00 Wita.
"Tanggal 15 April, kami mendapat informasi bahwa pelaku sudah berada di Kodim Kendari untuk menjalani pemeriksaan awal," ujar Andre di Kendari, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan keterangan pihak kuasa hukum, orang tua korban sempat mendatangi Kodim 1417 Kendari pada sore hari setelah waktu Asar untuk memantau proses pemeriksaan.
Saat itu, Sertu MB masih berada di lokasi dan tengah diinterogasi oleh pihak satuan.
Namun, situasi berubah saat memasuki waktu Magrib.
Baca juga: Kodim Kendari Terbitkan DPO Oknum TNI Diduga Cabuli Murid SD di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara
Petugas jaga memberikan kesempatan kepada Sertu MB untuk makan malam sebelum proses serah terima ke Denpom.
Di sela waktu tersebut, Sertu MB memanfaatkan kelengahan petugas untuk melarikan diri.
"Kami mendapat informasi jeda Magrib, katanya dia sempat mau makan, tapi setelah itu dia hilang lari sampai sekarang. Sejak saat itu, pelaku tidak ditemukan lagi," jelas Andre.
Komandan Kodim 1417 Kendari, Kolonel Danny AP Girsang, mengonfirmasi pelarian anggotanya tersebut.
Meski Sertu MB kini berstatus buron, Kolonel Danny, menegaskan dalam pemeriksaan awal, pelaku telah mengakui perbuatannya terhadap korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Baca juga: Oknum TNI Diduga Cabuli Murid SD di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Melarikan Diri saat Diperiksa
"Hasil interogasi kami, yang bersangkutan mengakui melakukan pelecehan dengan cara memegang (fisik). Namun, ini baru hasil interogasi awal kami, belum dari hasil penyidikan resmi di Denpom," jelasnya.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap sertu MB yang saat ini tak diketahui keberadaannya.
Sementara itu, Andre menyebut pelarian Sertu MB memicu kekecewaan mendalam bagi keluarga korban.
Menurutnya orang tua korban merasa pelaku tidak bertanggung jawab dan tindakan melarikan diri ini menambah beban psikologis bagi keluarga yang tengah mencari keadilan.
Keluarga mendesak otoritas militer untuk segera menangkap Sertu MB dan memastikan proses hukum di Denpom berjalan transparan hingga tuntas. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)