Cianjur (ANTARA) - Petugas gabungan Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan lokasi pengungsian terpusat di balai desa bagi 35 kepala keluarga terdiri atas 97 jiwa korban banjir warga Desa Jamali karena banjir kembali terjadi, Jumat.
Camat Mande Epi Rusmana di Cianjur, Jumat, mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang kembali melanda perkampungan di Desa Jamali, ketinggian air ada yang mencapai dua meter merendam rumah warga.
Puluhan kepala keluarga kembali mengungsi guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seiring banjir yang terus meningkat, namun sebagian besar memilih mengungsi ke rumah saudaranya meski pihak desa dan kecamatan sudah menyiapkan balai desa untuk pengungsian terpusat.
"Sebelum banjir datang puluhan kepala keluarga yang baru kembali ke rumah terpaksa kembali mengungsi karena banjir bandang kembali terjadi seiring debit air sungai yang meningkat," katanya.
Tercatat 15 rumah rusak berat akibat dihantam banjir untuk kedua kalinya dan 15 rumah lainnya rusak sedang, sehingga pemilik memilih untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang dinilai aman dari banjir karena banjir biasanya tidak berlangsung lama.
Pihak desa dan kecamatan tutur dia, sudah menyalurkan bantuan untuk warga yang memilih mengungsi ke rumah saudaranya dan mengarahkan mereka untuk mengungsi di satu titik terpusat di balai desa, guna memudahkan penyaluran berbagai bantuan.
"Kami juga secara langsung memberikan bantuan pakaian milik pribadi yang ada di dalam mobil pada beberapa orang warga yang membutuhkan, saat ini bantuan juga sudah diajukan ke dinas terkait melalui BPBD Cianjur," katanya.
Sementara hujan deras yang kembali turun Jumat petang, membuat puluhan rumah warga di Kampung Cibolang, Desa Jamali, kembali direndam banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter, arus banjir yang cukup deras membuat rumah yang rusak semakin parah.
Bahkan perabotan rumah tangga yang baru dibersihkan dan dijemur warga terbawa hanyut, sehingga warga membutuhkan berbagai bantuan terutama pakaian dan kebutuhan pangan yang hilang terbawa arus banjir yang cukup deras dibandingkan pada Kamis malam.





