TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163 digelar di Ruang Pola Panrannuangta Kantor Bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang No 34, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (01/05/2026) Sore.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting serta tamu undangan dari berbagai unsur
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163 bersama istrinya, Naoemi Octarina, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan.
Kehadiran keduanya menambah kehormatan dalam kegiatan tersebut, sekaligus menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pembangunan dan kemajuan Kabupaten Jeneponto.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir, tampil mengenakan pakaian adat Bugis Makassar berupa jas tutu’ berwarna hitam lengkap dengan sokok guru.
Ia hadir bersama Wakil Bupati Jeneponto yang juga mengenakan kostum adat serupa.
Para tamu undangan pun kompak mengenakan busana adat yang sama, mencerminkan semangat kebersamaan dalam balutan nilai budaya lokal.
Suasana peringatan Hari Jadi ke-163 ini mengusung semangat “A’bulo Sibatang, Ikhlas dan Bahagia”.
Ketua Tim Penggerak PKK Jeneponto, Salmawati Paris, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga tampak hadir, di antaranya Anggota DPR RI Hamka B Kady dan Rudianto Lallo.
Baca juga: A’bulosibatang, Ikhlas, dan Bahagia di Usia 163 Jeneponto
Selain itu, hadir pula Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin serta Ketua DPRD Jeneponto Didis Suryadi.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.
Selanjutnya, pembacaan sejarah singkat Kabupaten Jeneponto disampaikan oleh Rektor Institut Turatea, H Maksud Hakim.
Pattahindi dan M Yusuf Bayu kemudian membacakan kunci emas yang berisi 10 amanah penting bagi pembangunan daerah.
Memasuki agenda utama, Bupati Jeneponto Paris Yasir memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Jeneponto periode 2025-2026.
Dalam pemaparannya, Paris Yasir menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif.
“Pertumbuhan ekonomi di Jeneponto terus menunjukkan tren positif. PDRB per kapita kita juga naik, dari Rp31,16 juta menjadi Rp34,11 juta,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 14,42 persen.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 1,88 persen, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional,” jelasnya.
Pada sektor keuangan dan investasi, Indeks Akses Keuangan Daerah meningkat dari 4,1 persen menjadi 22,56 persen.
Realisasi investasi melalui PMA dan PMDN juga mengalami kenaikan signifikan.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Indeks Pelayanan Publik mencapai 78,42 dengan kategori B.
Indeks Reformasi Hukum meningkat hingga 87,32, sementara Indeks Integritas mencapai 69,62.
Di bidang keamanan, penegakan Perda mencapai 100 persen dan angka kriminalitas berhasil ditekan hingga 1,26 persen.
Untuk sektor infrastruktur, pemerintah telah membangun dan memperbaiki sekitar 21,5 kilometer jalan daerah.
Sebanyak 239 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga telah direhabilitasi.
Pemerintah daerah juga meningkatkan fasilitas publik, termasuk pembangunan Stadion Mini Turatea.
Di sektor pendidikan, partisipasi sekolah meningkat dengan dukungan beasiswa dan bantuan seragam gratis.
Sementara di sektor kesehatan, layanan Puskesmas diperkuat serta penanganan stunting dilakukan lebih terarah.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat dari 61,9 menjadi 77,15.
Pengelolaan sampah juga membaik melalui Gerakan Jeneponto Bersih dan penambahan armada persampahan.
Dalam bidang kebencanaan, jumlah armada pemadam kebakaran meningkat dari 3 unit menjadi 12 unit operasional.
Sektor ketahanan pangan tetap stabil dengan produksi perikanan budidaya yang konsisten.
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) mencapai 84,94.
Penggunaan internet di Jeneponto juga mencapai lebih dari 80 persen sebagai bagian dari transformasi digital.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,25 dan masuk kategori tinggi.
Menutup pemaparannya, Paris Yasir menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Seluruh capaian ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja nyata dan komitmen untuk menghadirkan perubahan,” tegasnya.
Selanjutnya, Paris Yasir juga menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Progres pembangunan Kabupaten Jeneponto yang begitu positif, tentunya butuh dukungan dari Bapak/Ibu sekalian yang hadir saat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan tidak bisa diraih tanpa partisipasi masyarakat.
“Kalau hanya Pak Bupati saja, kalau hanya Pak Pj Sekda saja, pasti tidak akan cukup tanpa partisipasi masyarakat Kabupaten Jeneponto yang kita cintai,” lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami paham bahwa pada akhirnya, semua akan memikirkan Jeneponto,” katanya.
Paris Yasir turut berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami ingin mendengar lebih banyak dari Pak Gubernur, kira-kira tahun ini apakah Jeneponto yang fiskalnya sangat kurang, mudah-mudahan Pak Gubernur masih berkenan membantu kami,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan jalan tambahan melalui dukungan provinsi.
“Dirgahayu Jeneponto yang ke-163, A’bulosibatang, ikhlas, dan bahagia,” tutupnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan sejumlah bantuan untuk Jeneponto.
“Tahun ini kita akan memberikan bantuan keuangan Rp10 miliar untuk pembangunan jalan dari ruas Sappaya sampai Batolempangan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana pembangunan embung dengan anggaran Rp9 miliar.
Selain itu, bantuan Rp1 miliar disiapkan untuk program pengeboran air di sejumlah titik.
“Kalau satu miliar dibagi Rp20 juta ya banyaklah, sekitar 50 titik,” jelasnya.
Di sektor pertanian, bantuan lebih dari Rp5 miliar telah digelontorkan pada tahun sebelumnya.
Tahun ini, pemerintah juga menargetkan pencetakan sekitar 40.000 sawah baru.
Pembangunan pasar juga akan didukung pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp50 miliar.
Usai sambutan, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemkab Jeneponto.
Bantuan tersebut meliputi satu unit mobil pemadam kebakaran.
Kemudian bantuan buffer stock logistik penanggulangan bencana sebesar Rp154 juta.
Selain itu, bantuan pembangunan masjid senilai Rp1,1 miliar juga diserahkan.
Pemerintah provinsi juga memberikan bantuan alat untuk pengembangan UMKM di Jeneponto.
Peringatan Hari Jadi ke-163 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan di Kabupaten Jeneponto.(*)