TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat memetakan dampak bencana di sejumlah wilayah dalam satu hari, Jumat (1/5/2026).
Tiga titik menjadi fokus peninjauan, mulai dari atap rumah roboh hingga tanggul jebol yang mengancam permukiman warga.
Agenda dimulai dari Nglinggi, Klaten Selatan, di mana satu rumah dilaporkan atap roboh dan telah dilakukan asesmen awal.
“Hari ini tadi kami keliling di beberapa lokasi bencana yang ada di Kabupaten Klaten yang kami awali kami ke Nglinggi, Klaten Selatan. Ada satu rumah roboh sudah di asesmen dan akan kita bantu," ungkap Bupati Hamenang.
Perjalanan dilanjutkan ke Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Di lokasi ini, aliran Sungai Dengkeng dilaporkan mulai menggerus badan jalan, meningkatkan potensi kerusakan infrastruktur.
“Kemudian kita bergeser ke Desa Paseban, Bayat, Disana aliran Sungai Dengkeng mulai makan jalan. Insyaallah kalau (debit air) sudah mulai surut akan kita kerjakan," jelasnya.
Titik terakhir berada di Kelurahan Bareng Lor, Klaten Utara, di mana tanggul jebol mengakibatkan kerusakan pada rumah warga di bantaran sungai.
Baca juga: Bupati Hamenang Tinjau Tanggul Jebol Klaten Utara, Siapkan Bantuan Atap untuk Rumah Warga
“Ini ada salah satu rumah terdampak (aliran) sungai di tengah kota. Pada saat intensitas hujan tinggi ternyata makan pondasi yang mengakibatkan beberapa bagian, yakni belakang rumah (terdampak), mulai dari kamar mandi sama dapur," paparnya.
“Insyaallah kita akan ikut membantu juga, Senin nanti atapnya akan kita drop," tegasnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan dilakukan secara prioritas dan berbasis kondisi riil di lapangan, sekaligus mempercepat distribusi bantuan.
Untuk diketahui, tnggul jebol akibat hujan lebat terjadi di Dukuh Gunungan RT 01 RW 07, Desa Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Rabu (15/4/2026) pukul 04.00 WIB. Debit Sungai Moden yang meningkat menggerus tebing hingga merusak rumah warga.
Laporan Kalak BPBD Klaten Syahruna, menyebut hujan deras sejak Selasa (14/4/2026) memicu kenaikan debit air sungai dan menyebabkan tanggul tidak mampu menahan arus. Akibatnya, bagian belakang rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan meliputi atap seng, tembok bata, pondasi, hingga tanah urug di bagian dapur. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, dan warga tidak sampai mengungsi.
Sedangkan atap rumah roboh saat ditinggal pemilik, terjadi di Dukuh Gatak RT 01/RW 10, Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (29/4/2026) pukul 17.40 WIB.
Atap dapur rumah milik Wahana Dewa Prakosa (23) roboh. Luas bagian atap yang ambruk sekitar 9 x 8 meter. Struktur atap berbahan bambu yang sudah lapuk. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi.
Terakhir, hujan berintensitas lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, pada Rabu (4/3/2026) malam menyebabkan debit Sungai Dengkeng meningkat drastis hingga menggerus tanggul di Dukuh Wetan Pasar RT 02/RW 10, Desa Paseban. Akibatnya, tanggul sepanjang sekitar 60 meter jebol dan memicu longsornya badan jalan desa di lokasi tersebut.
Kondisi ini membuat akses jalan desa terputus total dan tidak dapat dilalui warga. Selain tanggul, jalan cor sepanjang kurang lebih 60 meter juga ambles akibat tergerus arus air.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Saat ini, warga bersama BPBD telah melakukan penanganan awal dengan menutup akses jalan guna mencegah risiko kecelakaan dan longsor susulan. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)