Kisah Haru Jemaah Haji Kloter 8 Padang Daftar Berdua Kini Berangkat Sendiri Usai Suami Wafat
Rahmadi May 01, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sofni Mawarti (73), jemaah haji kloter 8 Padang, duduk terdiam di kursi antrean Aula Keberangkatan Asrama Haji Padang. 

Ia hanya seorang diri tanpa bisa ditemani sang suami untuk menunaikan ibadah di tanah suci.

Bukan tak mau berangkat ataupun punya kesibukan, suami Sofni sudah tiada beberapa tahun jelang keberangkatan.

Ditemui Jurnalis TribunPadang.com di Asrama Haji, Jumat (1/5/2026) sekira pukul 16.33 WIB, ia tampak tak banyak bicara dan beraktivitas.

Di ruangan itu ia menunggu antrean pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, gelang identitas hingga kartu nusuk.

Baca juga: 172 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Pasaman Barat Mulai Dipulihkan, Progres Capai 26 Persen

Saat menunggu antrean itu, ia bercerita bahwa berhasil berangkat haji setelah penantian cukup panjang, yakni 15 tahun.

Selama itu, ia menyisihkan gajinya sebagai guru sedikit demi sedikit sejak tahun 2000, lalu melakukan pendaftaran pada 2015.

"Saya seorang guru, kebetulan PNS, sejak tahun 2000, saya sisihkan uang untuk niat berangkat haji. Saya pensiun tahun 2011," kata perempuan berumur 73 tahun itu.

Kata dia, upaya itulah yang dapat dilakukannya selama kurang lebih 15 tahun. Jika tidak, niatnya tidak akan kesampaian pada tahun 2026 ini.

Baca juga: Dewa United Incar Posisi 4 Besar Klasemen BRI Super League, Wajib Tekuk Semen Padang FC

Tak Bisa Berangkat Haji Dengan Suami

Sofni mengaku sedih tak mampu berangkat dengan sang suami ke tanah suci. Meski sendiri, tekadnya tetap kuat menunaikan ibadah.

Sang suami meninggal tahun jelang keberangkatan. Tak disebutkan kapan waktu pastinya, hanya saja sang suami ikut mendaftar haji bersama dirinya tahun 2015 silam.

Bahkan setahun jelang pendaftaran, ia dan sang suami juga telah melaksanakan umrah di tanah suci.

"Saya sendiri, suami meninggal, tak sempat berangkat haji," terang Sofni.

Meski begitu, ia merasa bersyukur, cita-cita yang sudah ia niatkan sejak 1980 an dan mulai menabung pada tahun 2000, akhirnya tercapai.

Kini, meski tanpa ditemani suami, Sofni tetap tegar. Keinginannya tercapai dan pengabdiannya sebagai guru juga telah usai. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.