UPAH di Klungkung di Bawah UMK, Pekerja Informal Digaji di Bawah Rp 2,5 Juta Per Bulan
Anak Agung Seri Kusniarti May 01, 2026 10:27 PM

TRIBUN-BALI.COM - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Klungkung digelar di Balai Budaya I Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (1/5). Hari Buruh yang diperingati setiap tahun, ternyata belum diikuti dengan keadilan bagi beberapa para pekerja.

Beberapa pekerja di Kabupaten Klungkung, bahkan yang bekerja di sektor informal ternyata belum mendapatkan upah sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Klungkung.

Seperti yang diungkapkan seorang pekerja bernama I Putu Adi (40) asal Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung. Selama 4 tahun bekerja di salah satu perusahaan retail besar di Klungkung, ia mengaku masih mendapatkan upah di bawah Rp 2,5 juta per bulan. Padahal UMK Kabupaten Klungkung saat ini Rp3.207.459.

Di tengah ekonomi yang tidak menentu, tentu sangat berat bagi Adi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau mengandalkan gaji saja tidak bisa. Untuk biaya sehari-hari saya itu sudah kurang. Selain kerja saya juga sambilan jual bahan canang,” ungkap Ardiasa, Jumat (1/5).

Bahkan menurutnya kondisi serupa juga dialami belasan rekan-rekannya. Mereka juga mendapatkan upah masih di bawah UMK Klungkung. “Teman-teman saya juga begitu kondisinya (digaji di bawah UMK). Ada yang terpaksa bertahan, ada yang memilih resign,” ungkapnya.

Baca juga: NEKAT Maling Uang Sesari di Pura, Buruh Asal Situbondo Diamankan Warga di Kediri Tabanan

Baca juga: Link Download Dokumen Pelengkap SPMB SMP Tahun Ajaran 2026/2027: Surat Keterangan Lengkap

Menurutnya tidak ada pilihan bagi pekerja. Terlebih saat ini cukup sulit baginya yang berusia 40 tahun untuk mencari tempat kerja baru. “Kalau resign nanti sulit juga cari tempat kerja baru, apalagi usia saya sudah 40 tahun. Saya pilih bertahan. Untungnya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ditanggung,” ungkapnya.

Sementara untuk berserikat, menurutnya tidak mudah di Klungkung. “Kalau buat serikat kerja saya kurang tahu. Saya belum tahu apakah ada serikat pekerja di sini (Klungkung),” ungkapnya. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung untuk dapat memastikan setiap pekerja mendapatkan upah yang layak.

Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Klungkung, I Made Ermika mengatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada perusahaan untuk menerapkan UMK ke para pekerjanya. Bahkan secara resmi, pihak Disnaker Klungkung belum mendapatkan laporan atau keluhan terkait upah di bawah UMK di Klungkung.

“Sampai saat ini tidak ada laporan atau informasi ke kami terkait upah di bawah UMK dari pekerja,” ungkapnya.
Wakil Bupati (Wabup) Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menegaskan, pihaknya tidak serta merta tutup mata dengan masih adanya pekerja di Klungkung yang mendapatkam upah di bawah UMK. Menurutnya pemerintah akan tetap mendorong pengusaha agar  minimal memberikan upah ke pekerja sesuai dengan UMK yang telah ditentukan. “Kita tetap mendorong, agar minimal perusahaan di Klungkung sebisa mungkin mengikuti standar UMK,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria yang menghadiri peringatan May Day di Balai Budaya I Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (1/5) menyampaikan, peringatan May Day menjadi momentum memperkuat solidaritas antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ia juga menegaskan, komitmen Pemkab Klungkung untuk terus mendorong pemenuhan hak serta perlindungan bagi tenaga kerja disabilitas. 

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik lagi kepada para pekerja di Kabupaten Klungkung. Kami berharap hak-hak para buruh dapat diakomodir dan dilindungi,” kata dia.
Bupati Satria juga menyoroti kondisi pekerja disabilitas yang dinilai masih belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan.

Pemkab kemarin menyalurkan bantuan sembako kepada pekerja disabilitas. Data Disnaker Klungkung mencatat ada sekitar 80 pekerja disabilitas yang saat ini bekerja di berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, 40 orang menerima bantuan secara simbolis, sementara sisanya akan didatangi langsung ke rumah karena keterbatasan mobilitas.

Kepala Disnaker Klungkung, I Nyoman Sidang mengatakan, kegiatan tahun ini juga diisi dengan donor darah yang melibatkan pekerja lintas sektor. Namun ia mengakui, fokus utama diarahkan pada upaya menyentuh kebutuhan nyata pekerja.

Menurutnya, pekerja disabilitas masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi akses kerja maupun jaminan perlindungan. Karena itu, intervensi pemerintah tidak cukup hanya berupa kegiatan simbolik, tetapi harus berlanjut pada kebijakan yang lebih konkret. “Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama soal akses dan perlindungan kerja,” ungkapnya. (mit) 

1.200 Partisipan Peringati May Day di Lapangan Renon 

Sementara itu, lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai sektor mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5). Acara peringatan dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster. 

Koster menyampaikan terima kasih kepada para pekerja karena keringat mereka menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pelaku usaha, atas semangat dalam berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Bali.

Koster menyambut baik peringatan May Day yang dibingkai dalam ragam kegiatan yang begitu edukatif, rekreatif, dan menyentuh sisi sosial. Ia menilai, ini merupakan wajah baru May Day di Bali tahun 2026.
“Tidak ada lagi ketegangan di jalanan. Yang ada adalah dialog yang sehat, jabat tangan yang erat, dan kebahagiaan yang dibagi rata,” ucapnya. 

Koster menyampaikan rasa bangga, menyaksikan lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai unsur seperti pemerintah, pengusaha hingga serikat pekerja, berkumpul dalam peringatan May Day Tahun 2026. Ia menilai, kehadiran berbagai komponen adalah bukti nyata harmonisnya hubungan industrial di Bali.

Ia menekankan May Day tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan visi besar dalam menjawab tantangan zaman yang dikemas dalam tema kegiatan “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”. Koster mengingatkan agar kolaborasi jangan hanya menjadi slogan di atas kertas. 

“Ini adalah bagian dari dharma bakti. Kita sadar sepenuhnya bahwa kemajuan ekonomi Bali mustahil dicapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” imbuhnya. 

Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyinggung hubungan timbal balik pekerja dan pelaku usaha. Dijelaskan olehnya, kemajuan dunia usaha hanya bisa dicapai bila digerakkan oleh pekerja yang kompeten dan Sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja hanya akan terjamin apabila dunia usaha tumbuh sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

“Inilah ekosistem yang sedang kita bangun sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga  sedang membangun jiwa dan kesejahteraan krama Bali,” urainya.
Mengakhiri sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemprov Bali menjadi jembatan yang kokoh bagi hubungan industrial. “Kami berdiri di tengah-tengah untuk memastikan investasi tetap kondusif, namun di saat yang sama, perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Peringatan May Day Tahun 2026 Provinsi Bali diisi dengan beragam kegiatan seperti jalan santai, pasar murah, pameran dan hiburan. Pada kesempatan itu, Koster menyerahkan bingkisan kepada pekerja penyandang disabilitas.

Sementara itu, Polda Bali tetap mengambil langkah siaga penuh. Sebanyak 1.880 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan perayaan tetap berada dalam koridor yang aman. Kekuatan terdiri dari 540 personel Polda Bali dan 1.340 personel dari jajaran Polres yang disebar di berbagai titik strategis.

Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono menegaskan, pengerahan personel dalam jumlah besar ini bukan membatasi ruang gerak buruh, melainkan bentuk pengamanan terpadu dengan pendekatan yang lebih luwes. Pihaknya menginstruksikan anak buahnya untuk tidak kaku di lapangan.

“Pengamanan dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi, baik terbuka maupun tertutup, dengan mengedepankan langkah preventif dan preventif melalui pengawalan serta patroli dialogis secara humanis,” ujar Kombes Soelistijono.

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh situasi, meski rangkaian kegiatan May Day di Bali sudah berlangsung kondusif sejak 27 April lalu. Pengamanan di kawasan Renon menjadi fokus utama karena menjadi titik kumpul massa yang paling masif. 

“Soal pengamanan, masing-masing koordinator agar menjalankan tugas sesuai rencana yang telah disusun. Jangan sampai ada celah yang dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ujar dia. “Kita ingin memastikan Bali tetap aman. Ke depankan sikap humanis, jangan sampai ada tindakan yang justru mencederai institusi. Jangan pernah underestimate,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy. Ia memandang peringatan May Day sebagai potret keberhasilan sinergi antara pekerja, pemerintah, dan kepolisian. Menurutnya, jalan santai ini membuktikan bahwa aspirasi buruh tidak selalu harus disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang kaku.

Bagi Kombes Ariasandy, momentum ini adalah wujud nyata dari stabilnya hubungan industrial di Bali. Ia menekankan koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Serikat Pekerja menjadi kunci utama dalam mendorong kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan tanpa harus mengorbankan stabilitas keamanan daerah.

“Peringatan May Day di Bali berjalan aman. Ini tentu berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat yang ikut berkontribusi menjaga keamanan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang turut berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif,” tandasnya. (sar/ian)

Hubungan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah Tak Boleh Konfrontatif

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Jembrana dilaksanakan secara sederhana, Jumat (1/5). Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, hubungan Buruh, pengusaha dan pemerintah tak boleh bersifat konfrontatif. Pemerintah berharap pekerja terus meningkatkan kualitas kerja agar mampu bersaing, sementara pengusaha harus memastikan pemberian upah yang layak, jaminan sosial, serta perlindungan kerja yang memadai.

Peringatan May Day 2026 ini dihadiri oleh Tripartit dengan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pembagian sembako hingga santunan kepada para buruh. Wakil Bupati (Wabup) Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna yang akrab disapa Ipat mengatakan, tema yang diusung kali ini memiliki makna mendalam, yakni menekankan bahwa hubungan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah tidak boleh bersifat konfrontatif, melainkan harus dibangun dalam semangat kemitraan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan industrial yang sehat dan harmonis.

Menurutnya, setiap permasalahan ketenagakerjaan hendaknya diselesaikan melalui forum diskusi dan musyawarah secara kekeluargaan, tanpa mengedepankan ego sektoral yang dapat merusak hubungan tripartit yang selama ini telah terjalin dengan baik di Jembrana.

Selain itu, kata dia, kemajuan industri dinilai menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan dan kepastian kerja bagi para buruh. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Para pekerja diharapkan terus meningkatkan kualitas kerja agar mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global. Terlebih di era digitalisasi saat ini, adaptasi terhadap teknologi menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas,” harapnya.

Di sisi lain, kata dia, kemajuan industri dan keuntungan perusahaan tidak lepas dari dedikasi para pekerja. Oleh karena itu, penghargaan terhadap pekerja harus diwujudkan melalui pemberian upah yang layak, jaminan sosial, serta perlindungan kerja yang memadai.

“Kemudian penting juga perusahaan untuk membangun budaya kerja yang nyaman dan harmonis, serta memiliki peraturan perusahaan yang jelas guna menjaga keseimbangan hubungan antara pekerja dan pengusaha,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana memandang buruh sebagai aset pembangunan dan bagian penting dalam mewujudkan visi “Masyarakat Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat.” Ipat meminta seluruh elemen masyarakat, baik pekerja maupun pelaku usaha untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Roda penggerak utama perekonomian Jembrana adalah para buruh dan pelaku usaha. Mari jadikan momentum May Day ini sebagai titik awal akselerasi pembangunan di Jembrana,” ujarnya. (mpa)

ISTIMEWA
MAY DAY – Ribuan partisipan mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5).

ISTIMEWA
MAY DAY – Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Balai Budaya I Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (1/5). 

ISTIMEWA
SEDERHANA - Peringatan May Day di Jembrana dilaksanakan sederhana dan berharap pekerja dan pengusaha berjalan seimbang, Jumat (1/5).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.