2 Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Mukomuko Saat Populasi Tinggal 25 Ekor
Hendrik Budiman May 01, 2026 11:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua ekor gajah Sumatera ditemukan mati di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (30/4/2026) kemarin.

Satwa dilindungi tersebut terdiri dari seekor induk gajah betina dan satu ekor anak gajah yang hingga kini belum diketahui jenis kelaminnya. 

Penemuan bangkai gajah itu langsung dilaporkan masyarakat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, membenarkan adanya laporan kematian dua gajah tersebut. 

HARIMAU DAN GAJAH- Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan atas kematian dua ekor gajah liar yang ditemukan di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Jumat (1/5/2026). Bukan hanya gajah, Kapolda juga memerintahkan  jajarannya untuk mengecek laporan lain mengenai temuan bangkai harimau sumatera di wilayah Mukomuko.
HARIMAU DAN GAJAH- Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan atas kematian dua ekor gajah liar yang ditemukan di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Jumat (1/5/2026). Bukan hanya gajah, Kapolda juga memerintahkan jajarannya untuk mengecek laporan lain mengenai temuan bangkai harimau sumatera di wilayah Mukomuko. (TribunBengkulu.com)

Menurutnya, pihak BKSDA langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dua gajah yang ditemukan mati. Tim sudah menuju lokasi untuk melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian,” kata Said Jauhari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2026) malam.

Hasil informasi awal yang diterima menunjukkan gading atau gigi caling induk gajah betina masih dalam kondisi utuh. 

Hal itu mengindikasikan dugaan sementara kematian satwa tersebut bukan akibat perburuan liar.

“Gigi calingnya masih utuh, sehingga dugaan awal bukan karena perburuan,” ujarnya.

Baca juga: Kapolda Bengkulu Selidiki Kematian Dua Gajah di Mukomuko, Harimau Mati Juga Didalami

Kejadian kematian gajah di sekitar konsesi PT BAT bukan pertama kali terjadi.

Karena itu, pihak perusahaan diminta ikut berperan aktif dalam menjaga habitat satwa liar yang berada di kawasan tersebut.

“Beberapa kali kasus kematian gajah terjadi di area sekitar konsesi PT BAT. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Kawasan tempat ditemukannya bangkai gajah diketahui masuk dalam Bentang Sebelat, salah satu habitat penting gajah sumatera di Bengkulu. 

Namun, kondisi habitat satwa tersebut terus mengalami tekanan akibat perambahan hutan dan ekspansi perkebunan sawit ilegal.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, mengungkapkan populasi gajah sumatera di Bentang Sebelat saat ini diperkirakan hanya tersisa 25 ekor. 

Populasi itu tersebar di sejumlah kawasan hutan produksi dan hutan produksi terbatas di Mukomuko.

Menurut Rohmat, jalur jelajah gajah di Bentang Sebelat mulai terputus akibat maraknya pembukaan lahan sawit di kawasan hutan. 

Meski demikian, pemerintah masih menemukan keberadaan anak gajah yang menandakan satwa tersebut masih berkembang biak di alam liar.

Pemerintah pusat, kata dia, telah memberikan perhatian serius terhadap penyelamatan habitat gajah sumatera di Bengkulu.

Upaya pengamanan kawasan hutan yang menjadi kantong habitat gajah terus dilakukan untuk mencegah kepunahan satwa dilindungi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.