Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kronologi kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman warga di Gang Berdiri Kari, Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, Rejang Lebong pada Jumat (1/5/2026) malam.
Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan total enam unit rumah warga.
Diduga sumber api bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah yang sudah lama tidak ditempati.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir melalui Kasi Humas, AKP M Hasan Basri menjelaskan berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, api berasal dari salah satu rumah yang kemudian membesar.
Baca juga: Update Kebakaran di Rejang Lebong: Ada 6 Rumah Terdampak di Kawasan Talang Benih
Kobaran api dengan cepat membakar bangunan bangunan rumah lainnya sehingga total ada 6 rumah yang terdampak.
"Api dari salah satu rumah yang kemudian membesar dan menyambar rumah-rumah lainnya,"jelas Hasan kepada wartawan TribunBengkulu com.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, saksi bernama Yuyun (55), yang juga Ketua RT setempat, sedang berada di dalam rumahnya.
Ketika sedang makan di ruang makan, Yuyun mendengar suara warga berteriak dari luar rumah.
Saksi saat itu mendengar teriakan "Api,api, ada kebakaran".
Mendengar hal tersebut, saksi dan warga lainnya langsung keluar rumah dan melihat api sudah membesar di salah satu bangunan yang berada tidak jauh dari kediamannya.
Dari keterangan saksi dan warga sekitar, api pertama kali muncul dari rumah milik Bahani yang telah lama meninggal dunia.
Dimana diketahui, rumah tersebut sudah lama tidak ditempati atau dalam kondisi kosong.
Diduga akibat korsleting listrik, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah di sekitarnya.
Kobaran api kemudian merembet ke rumah milik Doris (30), Ujang Badar (65), dan Tondi (sekitar 50).
Tidak hanya itu, api juga menyambar rumah Atik Denan (50) dan Robinson (50) yang posisinya berada di bagian belakang rumah awal kebakaran.
Seluruh rumah tersebut berada dalam satu kawasan permukiman padat, sehingga mempercepat penyebaran api.
"Jadi api dari rumah warga yang telah kosong kemudian menyambar ke rumah tetangganya, itu rumah-rumahnya memang saling berdekatan,"lanjut Hasan.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga dan TNI-Polri langsung melakukan upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.53 WIB.
Dalam proses pemadaman, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Akibat kejadian ini, enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga habis terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.
Meski kerugian cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di rumah kosong yang menjadi titik awal api.
"Tidak ada korban jiwa, kerugian materil ditafsir sekitar Rp 600 juta, diduga korsleting listrik,"pungkas Hasan.
Saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta membantu penanganan warga terdampak kebakaran.
Dari pantauan wartawan TribunBengkulu.com dilokasi, banyak masyarakat yang memadati kawasan untuk melihat proses pemadaman.
Hingga saat ini, suasana dilokasi masih ramai dipenuhi warga dan keluarga yang terdampak kebakaran.
Bahkan beberapa keluarga korban kebakaran tampak masih histeris dan menangis.