Persijap Jepara Waspadai Ketajaman Lini Serang Persija Jakarta
deni setiawan May 01, 2026 11:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pekan ke-31 Super League menjadi pertandingan sulit bagi Persijap Jepara dalam menjaga posisi klasemen sementara agar tidak terseret kembali pada zona merah.

Laskar Kalinyamat dihadapkan dengan tim kuat Persija Jakarta pada pertandingan yang digelar Senin (4/5/2026).

Meski Persijap bermain di kandang sendiri, di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (GBK), menghadapi Persija Jakarta bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.

Pada pertemuan putaran pertama, Persijap harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Baca juga: Klasemen Persijap Jepara Setelah Kalahkan Semen Padang, Menjauh Dari Degradasi

• Olah TKP Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan: Kabut, Jarak Pandang 10 Meter

Saat ini, Persijap Jepara menjadi satu-satunya tim yang masih berpotensi mengganggu perburuan gelar Persib Bandung dan Borneo FC.

Persija bertengger di posisi ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 62 poin, hanya terpaut tujuh poin dari Persib dan Borneo FC.

Sementara Persijap Jepara tertahan di posisi ke-13 dengan koleksi 31 poin. Bahkan koleksi poin Persijap hanya separo dari koleksi poin Persija Jakarta.

Tak hanya itu, Persijap juga menjadi tim ketiga dengan jumlah produktivitas gol terbanyak saat ini.

Lini depan Macan Kemayoran berhasil mencetak 56 gol dalam 30 pertandingan.

Produktivitas gol Persija hanya kalah dari Borneo FC dengan 62 gol dan Malut United 61 gol.

Juga memiliki lini pertahanan terbaik kedua hanya kejebol 26 gol, hanya kalah dengan Persib Bandung, kemasukan 20 gol.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi dan kondisi Persijap Jepara yang sudah kemasukan 43 gol dan hanya memasukkan 28 gol hingga pekan ke-30.

Meski bermain di kandang sendiri, Laskar Kalinyamat tidak akan mudah meladeni permainan Persija.

Lini belakang Persijap Jepara bakal diuji kembali oleh agresivitas pemain depan Persija Jakarta.

Diogo Brito dan Rubio diprediksi menjadi palang pintu tersibuk pada pertandingan itu. Termasuk posisi penjaga gawang yang dituntut tampil prima menghadapi Persija.

Di bawah asuhan, Coach Yoo Jae-hoon, kiper Moch Sendri Johansah semakin matang dalam mengawal gawang Persijap.

Persiapan terus dilakukan tim pelatih untuk menjaga konsistensi performa pemain, khususnya di posisi penjaga gawang.

Di bawah kendali pelatih kiper Persijap, Yoo Jaehoon, program latihan disusun dengan pendekatan terstruktur yang menitikberatkan pada keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan fisik.

Sejak bergabung sebagai pelatih kiper Persijap Jepara, dampak positif gaya melatih kiper Yoo Jaehoon mulai terlihat.

Dalam pertandingan terakhir melawan Dewa United, Moch Sendri tampil impresif dengan menggagalkan lebih dari 4 peluang emas tim lawan.

Meski akhirnya gawang yang dijaga Sendri jebol lewat tendangan penalti.

Solidnya lini belakang setiap tim tak lepas dari kontribusi penjaga gawang. Bagaimana cara berlatih penjaga gawang sangat berpengaruh pada kekuatan lini bertahan.

Sehingga kemampuan kiper juga berpotensi memberikan pengaruh langsung terhadap performa tim secara keseluruhan.

Baca juga: PSIS Semarang Kehilangan 2 Sosok Bek Sayap Hadapi PSS Sleman

• BREAKING NEWS, Pria Bersimbah Darah Tergeletak di Teras Rumah Puspanjolo Semarang

Coach Yoo Jae-Hoon mengadopsi pola latihan yang pernah digunakan saat berada di level tim nasional, yaitu standar latihan tinggi dengan tetap menyesuaikan kebutuhan pemain saat ini.

Kata dia, setiap sesi latihan harus dirancang secara detail, mulai dari pengaturan beban kerja hingga evaluasi pasca latihan, guna memastikan efektivitas cara berlatih.

"Saya menyiapkan program latihan Mingguan seperti saat saya berada di Timnas Indonesia. Selain itu, intensitas latihan juga sudah saya tentukan sebelumnya," terang dia, Jumat (1/5/2026).

Selain fokus pada aspek teknis, Yoo Jae-Hoon mempertegas bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam rutinitas latihan dan pertandingan.

Dia juga seringkali mengarahkan kiper untuk belajar melalui analisis video sebagai upaya mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

Kata Yoo Jae-Hoon, pendekatan ini membantu kiper dalam meningkatkan detail performa individu pemain, sekaligus memastikan perkembangan yang berkelanjutan.

"Agar para penjaga gawang bisa menunjukkan performa terbaik, mereka harus berada dalam kondisi mental yang stabil," ujar dia.

Kata Yoo Jaehoon, aspek mental turut menjadi perhatian. Dimana posisi penjaga gawang dengan tekanan besar, membuat kestabilan psikologis jadi faktor krusial sebagai menunjang performa tim di lapangan.

Yoo Jae-Hoon optimistis penjaga gawang Persijap dapat tampil lebih solid dan konsisten sepanjang kompetisi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.