Sampel Makanan Diduga Penyebab Ratusan Santri Keracunan di Cilacap Dibawa ke Semarang
raka f pujangga May 01, 2026 11:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Lebih dari seratus santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Cilacap terpaksa dilarikan ke RSUD Cilacap setelah mengalami gejala keracunan massal yang muncul secara bertahap sejak Rabu (30/4/2026).

Tim gabungan dari Polresta Cilacap dan Dinas Kesehatan kini tengah bergerak cepat melakukan investigasi mendalam untuk mencari sumber kontaminasi.

Sementara sampel makanan telah dikirim ke laboratorium di Semarang guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Baca juga: 100 Santri Ponpes di Cilacap Diduga Keracunan, Gegara Menu MBG?

Peristiwa ini sempat membuat lebih dari 100 santri dilarikan ke RSUD Cilacap setelah menunjukkan gejala pada Rabu (30/4/2026), sehari setelah diduga mengonsumsi makanan pada Selasa, (29/4/2026).

Plt Direktur RSUD Cilacap Hasanuddin mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab keracunan yang dialami para santri tersebut.

“Kami belum tahu pasti sumbernya, apakah dari makanan yang disajikan MBG atau dari internal pondok, karena sampel makanan dan air sudah kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah di Semarang untuk diperiksa,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses pemeriksaan sampel makanan membutuhkan waktu sekitar lima hari karena harus melalui tahapan analisis untuk mengidentifikasi kemungkinan bakteri atau zat penyebab.

“Pemeriksaan tidak bisa instan karena harus melalui beberapa tahap hingga diketahui kandungan yang menyebabkan kondisi tersebut,” tambahnya.

Sementata itu, Kapolresta Cilacap Budi Adhy Buono mengatakan pihak kepolisian bersama pemerintah daerah telah turun langsung mengecek kondisi para santri di rumah sakit.

“Kami bersama Dinas Kesehatan sudah meninjau langsung dan mengambil dua sampel makanan, yakni dari MBG dan dapur pondok pesantren untuk diuji lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menyebut dari lebih dari 100 santri yang sempat dirawat, sebagian besar kini telah pulih dan kembali ke pondok pesantren.

Baca juga: Polres Demak Lakukan Penyelidikan Intensif Kasus Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG

“Awalnya ada lebih dari 100 santri, sebagian perempuan sempat dirawat inap dan laki-laki kembali ke pondok, dan saat ini tinggal satu pasien yang masih dirawat di RSUD,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).

Hingga kini, hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.