- Polisi Israel merilis video penyerangan terhadap biarawati asal Prancis di Kota Tua Yerusalem.
Pelaku adalah pria berusia 36 tahun yang disebut-sebut sebagai ekstremis Yahudi.
Polisi mengatakan, pelaku ditangkap setelah menyerang biarawati di dekat Makam Daud pada Rabu (29/4/2026).
Lokasi tersebut adalah situs yang dihormati oleh umat Kristen dan Yahudi.
Polisi menduga, motif pelaku menyerang biarawati adalah rasisme.
"Kepolisian Israel menanggapi setiap serangan terhadap anggota ulama dan komunitas keagamaan dengan sangat serius dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap semua tindakan kekerasan," demikian pernyataan kepolisian Israel dalam sebuah unggahan di X.
Direktur Sekolah Penelitian Alkitab dan Arkeologi Prancis, Olivier Poquillon mengecam serangan tersebut.
Ia mengatakan, korban adalah seorang peneliti di sekolah yang ia pimpin.
Pihaknya pun menuntut pihak berwenang Israel untuk menindak tegas pelaku.
Wadie Abunassar, koordinator Forum Kristen Tanah Suci, menyebut serangan yang menargetkan umat Kristen sebagai fenomena yang semakin meningkat.
Ia mengaku sedih karena dalam beberapa kasus, pelaku dibebaskan beberapa hari setelah ditangkap.
Pusat Data Kebebasan Beragama memperkirakan total 181 insiden yang menargetkan umat Kristen di Israel sepanjang 2025.
Jumlah ini meningkat dari yang hanya 107 insiden pada tahun 2024.
Serangan terbaru yang menargetkan biarawati juga mendapat kecaman luas dari internasional, termasuk gereja Yerusalem.