Pembunuhan Guru Ponpes di Banjarbaru Kalsel: Polisi Tangkap 2 Pelaku
Erik S May 02, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU -  Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan HN (25), seorang guru pengajar atau Mudarrisah di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Jenazah korban ditemukan di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru 

Pelaku yang diamankan berjumlah sebanyak dua orang dan keduanya berjenis kelamin laki-laki.

"Alhamdulillah (pelaku) dapat, dua orang," kata Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, Jumat (1/4/2026) malam.

Namun, belum diketahui motif dari kasus pembunuhan guru pondok pesantren tersebut.

Bukan Korban Perkosaan

Kerabat korban yang juga relawan penyelamat, M Azhari (28) mengatakan HN bukan lah korban kekerasan seksual.

HS ditemukan tewas di semak-semak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya di  Jalan Seledri RT 20 RW 5 Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.

Hal itu dipastikan dari hasil visum rumah sakit yang menyakan tidak ada tindak kekerasan seksual kepada korban. 

Azahari menjelaskan dia dan istrinyalah yang semula mencari HN ke rumah neneknya. Korban dicari karena sebelum ditemukan meninggal HN ini tidak masuk mengajar di Pondok Pesantren. 

 "Rabu (29/4/2026) saya dikabari istri saya jika HN ini tidak masuk pondok (mengajar). HN ini tidak memberi tahu bahwasanya dia itu tidak masuk. Tidak seperti biasanya yang jika mau libur dia (korban) pasti mengabari lebih dulu," ceritanya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 wita dia dan istrinya sepakat cari HN dengan menanyakan ke teman di toko di mana korban bekerja, dan sorenya menanyakan ke keluarganya di rumah korban termasuk ke neneknya.

Baca juga: Sosok Ririn Rifanto, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Sebut Dipaksa Ngaku, Kaki Patah

"Semua ternyata tidak ada melihat," urainya.

Nenek kemudian mengatakan NH sudah tidak pulang sejak Selasa (28/4/2026). 

Karena itu mereka mencari keberadaan HN ke ibu tirinya di Kampung Melayu. 

"Hasil dari komunikasi via telepon dengan kawan yang mengecek ke rumah ibu tirinya, juga diperoleh informasi HN juga tak ada," kata dia.

Kemudian, pihaknya bersama keluarganya sekitar 10 orang petang jelang malam ketika bersepakat mencari HN di sekitar rumah sampai kebun dan perbukitan.

"Malam itu kami kami mencarinya berpencar, kemudian tersiar ada salah satu teman kami yang menemukan jasad dan dia beri kabar karena saat itu waktu malam sehingga pencahayaan kurang terang dan datanglah teman saya bawa senter agar lebih jelas. Ternyata benar jasad ditemukan," ceritanya. 

Korban diketahui merupakan seorang guru pengajar atau Mudarrisah di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Selain itu, ia juga diketahui bekerja sampingan di sebuah toko aksesoris.

Hasil pemeriksaan autopsi, bagian tengkuk belakang kepala korban patah, hidung dan telinga mengeluarkan darah, luka lecet di bagian bibir, beberapa gigi patah, rahang bawah patah, trauma tumpul bagian kepala, hingga jempol kanan korban juga patah dan beberapa luka di area luar dan dalam tubuh lainnya.

dan

Ustadzah HN Ditemukan Tewas di Sungai Ulin Banjarbaru, Kerabat Sebut Tidak Ada Kekerasan Seksual 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.