SMAK Frateran Maumere Borong Juara Porseni 2026 Bidang O2SN dan FLS3N antar SMA se-Kabupaten Sikka
Gordy Donovan May 02, 2026 04:47 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Siswa-siswi SMAK Frateran Maumere (SMATER) kembali menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar SMA se-Kabupaten Sikka tahun 2026. 

Sekolah ini berhasil memborong juara dari berbagai mata lomba, baik di bidang olahraga (O2SN) dan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Pada kategori O2SN, atlet SMATER sukses meraih juara 1 pencak silat putri dan juara 2 pencak silat putra. Sementara itu, dari lapangan bulu tangkis, perwakilan sekolah tersebut meraih juara 2 tunggal putri dan juara 3 tunggal putra.

Baca juga: Tavin Harbun dkk Bangga, SMAK Frateran Maumere Juara I Lomba Debat Bahasa Indonesia saat FLS3N

Pada ajang FLS3N, SMATER menyapu bersih gelar juara 1 untuk kategori pidato bahasa Inggris, debat bahasa Inggris, dan debat bahasa Indonesia. 

Tak hanya itu, salah satu siswa juga dinobatkan sebagai the best speaker dalam kompetisi debat bahasa Inggris tersebut.

Di bidang seni pertunjukan dan kreativitas, prestasi yang diraih meliputi juara 1 gitar solo; juara 2 vokal solo putra, vokal solo putri, musik kreasi, fotografi, dan monolog; serta juara 3 desain poster, seni kriya, dan film pendek.

Agustinus Sirilus, Plt Kepala SMAK Frateran Maumere, kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat (1/5/2026), menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang mengambil bagian dalam lomba dan para guru pembimbing.

Ia mengatakan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.

Baca juga: 3 Siswi SMAK Frateran Maumere Raih Medali Perunggu di Open Turnamen PPA Liliba 2026

Tim debat bahasa Inggris yang berhasil menyabet juara satu,  Sanctusimus Laurensius Hena Ama (Santus), Ivania Zenatha Leo(Zena), dan Dionysia Grace Kezia (Kezia), mengungkapkan rasa bangga dan senang meraih kemenangan dalam kompetisi ini..

Mereka mengungkapkan bahwa persiapan selama dua minggu terasa sangat berat karena mereka harus melakukan proses alih bahasa secara mandiri.

"Tantangan pertamanya adalah kami harus menyusun materi dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris," ujar Zena.

Lanjutnya, momen paling mendebarkan terjadi saat babak penyisihan, di mana muncul topik atau mosi yang belum sempat mereka pelajari sama sekali. Menariknya, strategi kemenangan mereka justru disusun di sela-sela perlombaan.

"Bahkan saat hari perlombaan, ketika peserta lain sedang berdebat di depan, kami masih sibuk menyusun teks di kursi penonton sebagai persiapan jika mosi tersebut keluar. Dan benar saja, saat pengambilan undian, kami mendapatkan mosi tersebut!" ungkap Santus.

Tiga siswa ini sepakat kemenangan yang mereka raih berkat dukungan penuh dari keluarga, guru-guru SMATER, serta para guru pendamping.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.