Korban Jiwa Tragedi Mobil Dinas Pandeglang Kini Menjadi Dua Orang, Penjual Takoyaki yang Ramah
Sinta Darmastri May 02, 2026 12:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar duka kembali menyelimuti tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumlah korban jiwa dalam insiden maut yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) pagi tersebut kini bertambah menjadi dua orang.

Peristiwa pilu ini bermula saat mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi A 1633 BF yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi (58), Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, hilang kendali dan menghantam kerumunan di depan SD Sukaratu 5, Kampung Cikole.

Kepastian mengenai bertambahnya korban jiwa ini dikonfirmasi langsung oleh Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad. Melalui pesan singkat, ia membenarkan kabar duka tersebut.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun, iya betul (jadi dua orang),” ujar Surya dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Sosok Irna Narulita, Bupati Pandeglang Calon Mertua Beby Tsabina, Harta Kekayaan Capai Rp62 M

Sosok Pedagang yang Ramah Itu Kini Telah Tiada

Korban kedua yang mengembuskan napas terakhir adalah Dewi Handayani, seorang pedagang yang setiap harinya setia mencari nafkah di depan gerbang sekolah tersebut. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Dewi sempat berjuang melewati masa kritis di RSUD Berkah Pandeglang.

Luka serius yang dideritanya akibat hantaman mobil dinas saat ia sedang berjualan takoyaki membuatnya harus menyerah pada takdir sekitar pukul 14.00 WIB. Kepergian Dewi meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga Komplek Perumahan Ciputri, tempat ia tinggal selama ini.

Ketua RT setempat, Endang, mengenang sosok Dewi sebagai pribadi yang sangat santun di lingkungannya.

“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” kata Endang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu.

Dewi dan suaminya diketahui baru saja merantau dari Jakarta ke Pandeglang. Untuk menyambung hidup, ia memilih berjualan jajanan di depan SDN Sukaratu 5 sembari menunggu buah hatinya sekolah. Kini, keceriaan itu berganti duka. Jenazah Dewi telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kecamatan Patia untuk dikebumikan.

“Rencananya dimakamkan di Patia, kemarin sudah dibawa,” tambah Endang.

Di sela pembicaraan, ia juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” pungkasnya.

Baca juga: Kepala SMAN 4 Pandeglang Diduga Tilep Bantuan Siswa Miskin, Harta Kekayaan Disorot, Miiliaran Rupiah

Catatan Kelam Kecelakaan Majasari

Insiden yang menyeret nama pejabat publik ini menjadi perhatian luas setelah Ahmad Mursidi menabrak total sembilan orang, yang terdiri dari pedagang dan siswa sekolah. Sebelumnya, seorang siswa berusia 10 tahun bernama Tubagus Muhammad telah lebih dulu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang sendiri melalui Bupati sempat menjanjikan akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban, sementara proses hukum terkait kecelakaan ini terus dipantau oleh pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.