TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Keluarga besar SMAS Katolik St. John Paul II Maumere memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan nuansa budaya yang kental, Sabtu (2/5/2026).
Selain mengenakan busana tenun ikat, momentum ini menjadi ajang refleksi terhadap prestasi dan tantangan moral di dunia pendidikan.
Kepala SMAS Katolik St. John Paul II Maumere, RD Raymundus Minggu, S.Fil, M.Pd, mengatakan bahwa tema Hardiknas tahun ini, "Partisipasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu", menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
"Memajukan pendidikan bukan pekerjaan satu pihak saja. Perlu kerja sama pendidik, orangtua, masyarakat, dan pemerintah untuk memanusiakan manusia," ujar Raymundus usai memimpin upacara di halaman sekolah, yang terletak kota Maumere, jantung ibu kota Kabupaten Sikka, Sabtu pagi.
Baca juga: 11 Tahun Mengabdi, Guru SD di Sikka NTT Digaji Rp150 Ribu per Bulan, Jalan Kaki 6 Kilometer
Peringatan Hardiknas tahun ini terasa kian istimewa bagi sekolah tersebut. Pasalnya, para siswa baru saja memborong sejumlah gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tahun 2026 tingkat Kabupaten Sikka.
SMAS St. John Paul II sukses meraih Juara 1 pada kategori Tari Kreasi, Film Pendek, dan Atletik. Di bidang bahasa, mereka menyabet Juara 2 Debat Bahasa Inggris dan Juara 2 Badminton, serta Juara 3 Musik Kreasi dan Fotografi.
"Prestasi ini lahir dari pembinaan minat dan bakat melalui ekstrakurikuler yang intensif. Kami akan terus tingkatkan agar potensi siswa tersalurkan maksimal," tambah Raymundus.
Di sisi lain, tantangan pendidikan masa kini turut menjadi sorotan. Guru Bahasa Inggris sekaligus Koordinator FLS3N, Putri Marthina Yuliana Mandona, mengingatkan pentingnya peran guru dalam memantau kesehatan mental siswa.
Menurutnya, guru tidak boleh hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga harus mengenal kepribadian siswa secara mendalam.
"Guru menghabiskan hampir 8 jam sehari bersama anak. Kita harus peka jika ada perubahan perilaku, misalnya dari ceria menjadi pendiam. Komunikasi adalah kunci utama," kata guru Bahasa Inggris SMAS Katolik Jhon Paul II Maumere, yang karib dikenal Miss Lia ini.
Baca juga: Guru dan Siswi SMAS Katolik Jhon Paul II Maumere Senang Ikut Karnaval, Pentaskan Tarian Massal
Sebagai langkah konkret, pihak sekolah menyiagakan tiga guru Bimbingan Konseling (BK) yang dibagi di setiap jenjang kelas. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki ruang aman untuk berbagi kendala yang mereka alami, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Senada dengan guru mereka, dua siswi sekolah tersebut, Veronica Aurelyasare Tjeme dan Maura Himeka Claudia Cherry Elington Letik berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Sikka terus berkembang.
Mereka mengajak rekan pelajar lainnya untuk memanfaatkan waktu untuk hal positif dan berani mengukir prestasi sesuai minat masing-masing.
"Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk pelajar Indonesia,"kata dua siswi ini.